Suara.com - Tim Presisi Polres Metro Jakarta Timur menangkap 7 sampai 8 remaja pelaku tawuran di turunan Flyover Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Sabtu (4/6/2022) dini hari. Dari total tersebut, dua orang lanjut diproses penyidik lantaran kedapatan membawa senjata tajam.
Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Khairuddin menyampaikan, salah satu kelompok remaja yang terlibat tawuran berasal dari kawasan Condet, Jakarta Timur. Kelompok itu sengaja melakukan tawuran untuk kepentingan live di media sosial Instagram.
Tidak hanya di turunan Flyover Kampung Melayu, kelompok remaja asal Condet tersebut juga menggelar tawuran di wilayah Halim, Jakarta Timur. Di sana, mereka terlibat bentrok dengan kelompok remaja dari wilayah Cililitan.
"Hari Sabtu pagi mereka main di Kampung melayu. Ternyata kelompok mereka lagi yang main di Halim hari Minggu," kata Khairuddin dalam sambungan telepon, Senin (6/6/2022) hari ini.
Khairuddin menyampaikan, Tim Presisi Polres Metro Jakarta Timur pada Sabtu (4/6/2022) sempat menggelar patroli di lokasi tawuran pada pukul 04.00 WIB. Hanya saja, tawuran baru pecah pada pukul 05.00 WIB.
"Jadi pas hari Sabtu Tim Perintis kami patroli keliling jam 4 pagi di daerah Kampung Melayu. Cuma mereka mainnya jam 5 pagi. Jadi mereka kucing-kucingan sama tim kami," beber dia.
Tim, kata Khairuddin kemudian mencoba memantau akun Instagram milik kelompok remaja Condet pada Minggu (5/6/2022). Ternyata, kelompok itu mencari lawan dan terlibat bentrok dengan kelompok remaja Cililitan di kawasan Halim sekitar pukul 04.00 WIB.
"Besoknya kami coba lagi pantau medsos mereka, ternyata mereka live, jadi mereka main di Halim jam 4 pagi. Terus jalan lagi mereka cari lawab di live IG," jelasnya.
Polisi pun bergerak ke lokasi untuk melakukan penangkapan. Hingga pada akhirnya, sebagian pelaku tawuran tertangkap di Jalan Otista Raya, Cawang, Jakarta Timur.
Rata-rata, para pelaku tawuran yang gelandang ke Mapolrestro Jakarta Timur berusia 17 sampai 18 tahun. Adapun dua pelaku yang terbukti membawa senjat tajam berasal dari kelompok Condet.
"Kami bawa ke Polres, kami lanjutin penyelidikan, ada dua orang yang bawa sajam. Yang bawa sajam kelompok Condet," pungkas Khairuddin.
Berita Terkait
-
Turunan FlyOver Kampung Melayu Kerap jadi Arena Tawuran Antarpemuda, Warga: Biasa Pas Subuh, Mereka Janjian Dulu
-
Tawuran 2 Kelompok Pemuda Pecah di Flyover Kampung Melayu, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Sajam
-
Tawuran Di Turunan Fly Over Kampung Melayu, Polisi Tangkap 7 Remaja Dan Sita Dua Senjata Tajam
-
Ditangkap usai Viral Serbu SMK Lain Pakai Petasan hingga Sajam, 16 Pelajar di Ciledug jadi Tersangka
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina