Suara.com - Partai Nasdem berencana mengeluarkan tiga nama kandidat calon presiden/capres 2024 yang akan direkomendasikan dalam Rapat Kerja Nasional atau Rakernas. Terdapat sejumlah kriteria yang dinilai sesuai untuk dimasukan dalam rekomendasi nantinya.
Ketua Steering Committee Rakernas Nasdem, Prananda Surya Paloh mengatakan kriteria untuk rekomendasi capres cukup sederhana. Pertama adalah memiliki semangat juang yang sama dengan Nasdem.
"Apa kriteria capres? kriterianya sederhana. Mempunyai chemistry dan semangat juang yang sama dengan Partai Nasdem," ujar Prananda di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2022).
Selain itu, pihaknya juga melihat elektabilitas dari tiap tokoh yang memungkinkan untuk direkomendasikan menjadi Capres. Ia menyebut sudah banyak lembaga survei sudah banyak menunjukan elektabilitas para tokoh.
"Saya rasa survei-survei, ya survei-survei itu bisa menjadi patokan, bisa juga tidak menjadi patokan," ucapnya.
Sekretaris Jenderal NasDem, Jhonny G Plate mengatakan pihaknya mencari calon potensial yang memiliki kecakapan dan kemampuan baik. Ia tak ingin nantinya hasil Pilpres malah membawa dampak buruk bagi negara.
"Sehingga kami mengikuti perkembangan membentuk koalisi secara dinamis. Kami melihat bahwa terbentuknya gagasan-gagasan koalisi yang saat ini berlangsung adalah realita demokrasi yang sehat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel