Suara.com - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meminta harga tiket kapal feri Singapura dari pelabuhan utama HarbourFront diturunkan pihak operator.
Saat ini harga tiket kapal Kepri-Singapura untuk perjalanan pulang pergi naik menjadi sekitar Rp80 ribu, sementara sebelum pandemi sekitar Rp500 ribu.
Gubernur Ansar juga meminta Kepala Dinas Pariwisata Buralimar dan Kepala Dinas Perhubungan Junaidi untuk memonitor kedatangan wisman dari Singapura pada hari pertama pembukaan kembali HarbourFront agar berjalan aman dan lancar.
"Harapannya dengan dibukanya kembali HarbourFront hari ini, diikuti dengan penyesuaian harga tiket dan relaksasi lain, seperti Visa on Arrival (VoA). Saya yakin antusiasme wisman dari Singapura akan melonjak untuk datang ke Kepri," kata Gubernur Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Rabu.
"Mungkin faktor BBM solar naik. Semoga bisa diturunkan secara berangsur," ujar Ansar.
Ia pun sedang mengupayakan jumlah negara subjek bebas visa kunjungan agar dapat berjumlah sebanyak sebelum pandemi COVID-19.
"Kita akan usahakan agar VoA dihapus. Saat ini ada 9 negara bebas visa kunjungan, 72 VoA. 72 negara tengah diupayakan sebagaimana sebelum COVID-19, ada 169 negara bebas visa kunjungan,” ucap Ansar.
Sementara Kadis Pariwisata Pemprov Kepri Buralimar mengatakan akan Ada 35 perjalanan feri berlayar dari Batam ke HarbourFront Ferry Terminal di Singapura pada pembukaan kembali HarbourFront ini.
"Dari Batam Center ada Majestic 9 kali, Sindo 9 kali, BatamFast 9 kali dan Horizon 8 kali dari Harbour Bay" jelas Buralimar .
Baca Juga: Terminal HarbourFront Singapura Kembali Dibuka Hari Ini
Sedangkan perjalanan ke Tanah Merah Ferry Terminal yang juga beroperasi, lanjutnya, akan ada perjalanan dari Pelabuhan Feri Internasional Batam Center ada Majestic Ferry 3 perjalanan, dan Sindo Ferry 3 perjalanan, serta 2 perjalanan feri BatamFast dari Nongsapura Ferry Terminal. (Antara)
Berita Terkait
-
Selat Malaka Ada di Mana? 'Jantung' Ekonomi Dunia Tak Kalah Penting Dibanding Selat Hormuz
-
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%
-
Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya