- Polres Halmahera Utara menetapkan penyelenggara open trip berinisial RS sebagai tersangka atas kematian tiga pendaki di Gunung Dukono.
- Tersangka tetap memberangkatkan pendaki pada 8 Mei 2026 meskipun kawasan tersebut telah ditutup pemerintah sejak 17 April 2026.
- RS terancam pidana lima tahun penjara karena melanggar aturan status waspada dan mengabaikan larangan pendakian hingga menyebabkan korban jiwa.
Suara.com - Polres Halmahera Utara menetapkan penyelenggara open trip pendakian Gunung Dukono berinisial RS alias Anak Esa sebagai tersangka dalam kasus tewasnya tiga pendaki akibat erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan, termasuk meminta keterangan ahli pidana terkait peristiwa yang menewaskan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dan satu warga negara Indonesia (WNI) asal Jayapura tersebut.
“RS telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Menurut polisi, RS merupakan penyedia jasa open trip yang tetap memberangkatkan peserta pendakian meski kawasan Gunung Dukono telah ditutup pemerintah daerah melalui surat edaran sejak 17 April 2026.
Penyidik juga menemukan bahwa tersangka mengetahui status aktivitas Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada sebelum perjalanan dilakukan.
“Sebelum pendakian tersangka RS juga mengetahui status gunung berada di level 2. Akan tetapi tetap melakukan pendakian tanpa berkoordinasi dengan pos pantau yang di dalamnya ada petugas PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi),” jelas Erlichson.
Atas perbuatannya, RS dijerat Pasal 474 ayat (3) KUHP tentang dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian orang lain. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama lima tahun atau denda kategori V sebesar Rp500 juta.
Tiga Pendaki Tewas Tertimbun Material Vulkanik
Peristiwa maut ini diketahui terjadi saat rombongan pendaki berada di kawasan Gunung Dukono ketika gunung api tersebut mengalami erupsi pada Jumat, 8 Mei 2026.
Baca Juga: Thailand Pangkas Masa Bebas Visa WNA usai Marak Kasus Kejahatan
Tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di area pendakian. Korban terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga Indonesia asal Jayapura.
Operasi pencarian dan evakuasi yang melibatkan tim SAR gabungan berlangsung selama beberapa hari di tengah kondisi medan yang berat serta aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Ketiga korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan diduga tertimbun material pasir vulkanik akibat erupsi.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup.
Temuan dalam proses penyelidikan kemudian mengarah pada dugaan kelalaian penyelenggara perjalanan karena tetap membuka pendakian meski terdapat larangan aktivitas di kawasan Gunung Dukono dan status gunung masih berada pada level waspada.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan