Suara.com - MXGP Samota diprakirakan akan diguyur hujan. MXGP Samota digelar Jumat (24/6) hingga Minggu (26/6) 2022.
Hal itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Cuaca pada ajang MXGP Samota pada umumnya cerah hingga terjadi hujan ringan.
Sementara cuaca di wilayah Sumbawa secara umum cenderung cerah hingga hujan lebat.
"Ada potensi hujan ringan hingga sedang pada saat ajang MXGP di Samota," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, M Alfiyansah Perdana dalam keterangan di Praya, Kamis.
Potensi hujan tersebut dampak dari fenomena La Nina yang membuat masih adanya kemungkinan terjadi hujan ringan hingga lebat yang juga dapat berpotensi menimbulkan bencana terkait hidrometeorologi.
"Cuaca hujan tidak menentu ini dampak fenomena La Nina," katanya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Kabupaten Bima pada siang hari hingga malam hari pada tanggal 24 Juni.
Pada tanggal 25 Juni, waspada adanya potensi hujan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah NTB seperti di Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Kabupaten Bima.
Baca Juga: Dua Perempuan Ini Gunakan Payung Jumbo untuk Lindungi Diri dari Hujan, Netizen: Bisa Buat Sekeluarga
"Dengan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masyarakat diimbau selalu waspada terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genang air dan angin kencang serta pohon tumbang," kata M Alfiyansah Perdana .
Sementara itu logistik, kru dan pebalap ajang Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar 24-26 Juni 2022 telah tiba di Sumbawa, sehingga kegiatan tersebut dipastikan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (Antara)
Berita Terkait
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Mengenal Tradisi Sate Cabai dan Bawang, 'Mantra' Unik Masyarakat Indonesia Halau Hujan
-
Mau Terjang Banjir pas Naik Mobil? Jangan Nekat kalau Ketinggian Air Lebih dari Segini
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah