Negara Afghanistan baru saja diguncang gempa bumi yang dahsyat. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan melukai ratusan orang. Gempa ini disebut-sebut sebagai gempa bumi yang paling mematikan di wilayah Afghanistan seperempat abad terakhir.
Kabarnya, menurut Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 6,1. Sedangkan menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa yang menyebabkan kematian tersebut berkekuatan Magnitudo 5,9.
Dilaporkan oleh utusan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), setidaknya sebanyak 2.000 rumah diyakini hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada Rabu (22/6/2022) tersebut.
Bukan kali pertama ternyata negara Afghanistan tersebut mengalami gempa yang dahsyat. Negara tersebut kabarnya kerap mengalami gempa yang banyak memakan korban jiwa.
Berikut rentetan gempa dahsyat yang mengguncang Afghanistan.
Tahun 1991
Pada 1 Februari 1991 lampau, Afghanistan juga pernah dilanda gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,9 dan mengguncang Afghanistan bagian timur laut Pakistan. Akibat gempa tersebut, setidaknya sebanyak 1.500 orang dinyatakan tewas. Gempa tersebut juga bisa dirasakan hingga ke India bagian utara dan Tajikistan.
Tahun 1998
Pada tahun 1998, Afghanistan juga sempat diguncang dua gempa bumi yang dahsyat. Gempa pertama terjadi pada 4 februari 1998.
Baca Juga: Bertemu Perwakilan Negara, JK Ungkap Bakal Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Afganistan
Gempa tersebut mengguncang Provinsi Takhar bagian timur laut dan menewaskan sebanyak 4.500 orang, dan ribuan orang lainnya kehilangan tempat tinggal. Gempa tersebut diketahui berkekuatan Magnitudo 5,9.
Gempa kedua terjadi pada 30 Mei 1998. Gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 6,6 dan mengguncang wilayah Takhar dan wilayah Provinsi Badakhshan. Akibat bencana tersebut, dilaporkan sedikitnya 5.000 orang tewas dan 1.500 orang lainnya luka-luka.
Tahun 2002
Pada 3 Maret 2002, terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat di negara tersebut, gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 7,4 dan mengguncang wilayah Afghanistan bagian utara. Dilaporkan sebanyak 70-150 orang tewas di Provinsi Samangan.
Di tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 25 Maret, gempa kembali terjadi. Gempa berpusat di Provinsi Baghlan tepatnya di kaki pegunungan Hindu Kush. Sebanyak 800 orang dilaporkan tewas, dan ribuan orang lainnya kehilangan tempat tinggal.
Tahun 2012
Di tahun 2012, Afghanistan mengalami tiga kali gempa bumi, masing-masing berkekuatan Magnitudo 5,2 hingga Magnitudo 5,7 dan mengguncang Provinsi Baghlan, Afghanistan pada 11 Juni 2012. Setidaknya terdapat 75 orang tewas dan sejumlah rumah hancur.
Tahun 2015
Pada tahun 26 Oktober 2015, gempa yang dahsyat juga terjadi di negara tersebut dengan kekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang area pegunungan Hindu Kush yang membentang di perbatasan Afghanistan-Pakistan.
Gempa tersebut disebut-sebut sebagai gempa bumi terkuat dalam beberapa tahun terakhir, Gempa yang terjadi di tahun itu menewaskan sedikitnya 380 orang tewas.
Tahun 2022
Gempa dahsyat kembali mengguncang Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) dini hari waktu setempat. Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo itu mengguncang kawasan di luar Kota Khost, Afghanistan Tenggara, sejauh 44 kilometer. Gempa tersebut diketahui berada dalam kedalaman 51 kilometer.
Suara.com - Gempa tersebut juga dirasakan oleh sekitar 119 juta orang yang berada di Pakistan dan Afghanistan. EMSC menyebutkan bahwa menurut para saksi mata gempa dirasakan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, serta di Ibu Kota Pakistan, Islamabad.
Belum ada angka pasti mengenai jumlah korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun seorang pejabat di Afghanistan memperkirakan 1.500 warganya telah tewas akibat gempa tersebut.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
PBB Sebut Taliban Berupaya Ganggu Pengiriman Bantuan ke Afghanistan
-
Birokrasi Taliban Ganggu PBB Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan
-
PBB Kerahkan Tim untuk Bantu Penanganan Dampak Gempa di Afghanistan
-
1.000 Orang Tewas, Taliban Kewalahan Tangani Dampak Gempa Afghanistan
-
Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang dan Hancurkan 3.000 Rumah
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!