Suara.com - Tersebar di media sosial, detik-detik sekelompok diduga waria mengepung rumah seorang warga. Aksi penyerangan ini sampai hampir saja menimbulkan korban jiwa.
Aksi penyerangan ini terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di lokasi kejadian. Video yang merekam aksi penyerangan ini kemudian diunggah oleh akun Instagram @ndorobei.official pada Selasa (05/07/22).
Akun Instagram ini menjelaskan bahwa dalam kejadian tersebut, ada salah satu waria yang mencoba menyerang seorang warga menggunakan senjata tajam.
"Dalam rekaman tersebut juga terlihat seorang waria melakukan penyerangan mengeluarkan badik untuk menusuk korban. Untungnya, korban berhasil selamat menghindar dari serangan senjata tajam tersebut," tulis pengunggah video.
Kejadian ini diduga terjadi di Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Dalam video yang diunggah, tampak beberapa orang diduga waria sedang mengepung sebuah rumah. Salah seorang waria kemudian mendekat ke seorang warga berkaus biru.
Sosok yang diduga waria ini mengeluarkan badik yang ia bawa. Untung saja pria berkaus biru masih bisa menghindar dan selamat dari seranggan senjata tajam yang dibawa oleh seorang waria berkaus hitam.
Sontak saja unggahan video ini pun membuat publik bertanya-tanya mengenai penyebab terjadinya aksi brutal para waria ini.
"Masalahnya apa ini?" tanya netizen.
Baca Juga: Buaya Muara Masuk dalam Tambak Udang Warga Agam, Ternyata Sudah Berminggu-minggu
"Masalah apa?" tanya netizen lain.
"Lapor polisi, jangan minta keadilan. Kalau tidak ada laporan, tidak ditanggapi. Baru minta bantuan kaum muslimin. Salah narasi nih orang," ujar netizen.
"Laporkan saja pasal penganiayaan paling 5 tahun dipenjara," kaya netizen.
"Astagfirullah. Semoga segera ditangkap," tambah netizen.
Hingga saat ini, video unggahan ini telah ditonton sebanyak 10 ribu kali dan telah mendapatkan ribuan suka dari netizen.
Berita Terkait
-
Polisi Bubarkan Paksa Pengunjuk Rasa di Kantor Bupati Paniai, Satu Warga Dilaporkan Tertembak
-
Video Jasa Cukur Bulu Ketiak di Pinggir Jalan India Viral di IG, Warganet Ramai Memuji Ini
-
Jenazah Kepala RS LB Moerdani yang Ditusuk Anak Buahnya Tiba di Cimahi Rabu Malam, Rumah Duka Mulai Didatangi Pelayat
-
Samarinda-Bontang Sempat Pemadaman Listrik, Warganet Singgung Aplikasi MyPLN?
-
Viral, Polisi Tidur Ketinggian, Warganet Langsung Nyari Lokasinya di Mana: Luar Negeri
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra