Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi renovasi Masjid Istiqlal. Kepala Negara senang dengan 'wajah baru' masjid kebanggaan Negara tersebut.
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyebutkan Masjid Istiqlal pada April lalu meraih penghargaan sebagai masjid "hijau" pertama di dunia yang dikategorikan sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan dari lembaga International Finance Corporation (IFC).
"Presiden sangat bahagia, gembira, senang melihat Masjid Istiqlal sudah seperti ini. Dia bandingkan waktu sebelum direnovasi, sekarang ini menjadi kebanggaan kita semua," kata Nasaruddin saat ditemui awak media usai mendampingi Presiden Jokowi Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (10/10/2022).
Nasaruddin menjelaskan bahwa Presiden tidak hanya mengapresiasi bangunan fisik Masjid Istiqlal yang kini lebih ramah lingkungan, tetapi juga program-program yang dinilai profesional.
Nasaruddin menjelaskan bahwa Istiqlal berhasil mendapat sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan atau green building dari IFC yang merupakan anggota Bank Dunia (World Bank).
IFC menilai bahwa sertifikat EDGE diberikan kepada Istiqlal karena telah dilakukan renovasi di beberapa bagian dengan konsep ramah lingkungan yang terbukti menurunkan jejak karbon secara signifikan.
Renovasi Masjid Istilal tersebut secara signifikan mengurangi jejak karbon dengan penggunaan atap dan dinding luar hemat energi, penerangan dan ruang internal dan eksternal, smart energi meter, dan panel surya yang mencakup lebih dari 13 persen konsumsi listrik.
Penghematan energi Masjid Istiqlal saat ini mencapai 23 persen dengan penggunaan kran aliran rendah mulai dari pengolahan air dan daur ulang, serta efisiensi lainnya dengan konsumsi air secara keseluruhan akan berkurang hingga 36 persen.
"Air wudhu tidak ada satu tetes pun terbuang percuma, tetapi itu ditampung kemudian dipakai lagi untuk bilas-bilas, dan dipakai menyiram tanaman di sini," kata Nasaruddin.
Baca Juga: Emil Dardak Serahkan Sapi Kurban Jokowi ke Masjid Al Akbar Surabaya, Bakal Dipotong Senin 11 Juli
Selain ramah lingkungan, Masjid Istiqlal juga mampu menurunkan potensi kejahatan di sekitar rumah ibadah, mengingat CCTV yang dipasang mencapai 160 unit, sehingga bisa memantau seluruh pergerakan secara terkini.
Pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1443 Hijriah, Masjid Istiqlal juga membatasi kapasitas untuk jamaah yakni hanya 100 ribu orang, dari kapasitas total 210 ribu orang. (Antara)
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal
-
Emil Dardak Serahkan Sapi Kurban Jokowi ke Masjid Al Akbar Surabaya, Bakal Dipotong Senin 11 Juli
-
Ribuan Warga Makassar Salat Idul Adha di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna
-
Gaya Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution saat Salat Idul Adha di Medan
-
Musa Rajekshah Salat Idul Adha di Pantai Bebas Parapat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Danantara Gandeng Arm Limited, Indonesia Siap Jadi Produsen Chip!
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
-
Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
-
KPK Ajukan Penundaan Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ini Alasannya
-
LLDIKTI Wilayah IX Tekankan Pemanfaatan Bijak Dana Beasiswa di ITB Nobel Indonesia
-
Daftar Tempat Menarik untuk Menunggu Maghrib di Wilayah Bandung Barat
-
Kasus Suap Impor Barang KW, KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga