Dunia ramai memperbincangkan Sri Lanka yang tengah dilanda krisis terparah dan terburuk sejak negara tersebut merdeka pada 1948. Masyarakat Sri Lanka turun untuk berunjuk rasa di kediaman sang presiden, Gotabaya Rajapaksa.
Kabarnya, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Juli 2022 mendatang dengan tujuan “memastikan transisi kekuasaan yang damai”.
Sebagai informasi, negara berpenduduk 22 juta jiwa tersebut sedang mengalami kelangkaan devisa parah yang menjadikan negara tersebut sulit mengimpor bahan bakar, pangan dan obat-obatan, serta menjerumuskannya dalam krisis finansial terburuk dalam tujuh dasawarsa terakhir.
Para masyarakat menyalahkan keadaan tersebut kepada Presiden Gotabaya Rajapaksa, sehingga masyarakat menuntut Presiden Gotabaya untuk turun dari jabatannya, bahkan sejak bulan Maret lalu. Para demonstran pun menyerbu kediaman sang presiden pada pada Sabtu (9/7/2022) waktu setempat.
Lalu, siapakah Presiden Gotabaya tersebut? Simak informasi profil Gotabaya Rajapaksa, presiden Sri Lanka yang akan mengundurkan diri berikut ini.
Profil Gotabaya Rajapaksa
Gotabaya Rajapaksa lahir pada 20 Juni 1949. Ia dikenal sebagai seorang yang kerap memecah pendapat pengamat dunia perpolitikan.
Selain itu, Presiden Gotabaya juga kerap dipuji oleh para pendukungnya karena memainkan peran penting dalam menumpas pemberontak separatis Macan Tamil dan telah mengakhiri perang saudara yang berlangsung lama di Sri Lanka pada tahun 2009 lalu saat dirinya menjabat menjadi seorang menteri pertahanan.
Di sisi lain, Presiden Gotabaya juga dituduh melakukan pelanggaran HAM dalam penumpasan tersebut. Namun, Presiden Gotabaya membantah tuduhan tersebut dengan tegas.
Kiprah di dunia politik
Kiprahnya di dunia politik negara tersebut, membuat dirinya tidak asing bagi masyarakat bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai seorang Presiden. Kiprah politik Gotabaya di Sri Lanka telah berlangsung sejak lama dan cukup menonjol di mata publik.
Sebelum menduduki kursi Presiden, Gotabaya memangku jabatan sebagai seorang Menteri Pertahanan Sri Lanka di tahun 2005 lalu.
Berasal dari keluarga politik yang berpengaruh
Latar belakang Gotabaya Rajapaksa diketahui berasal dari keluarga politik tersohor yang sangat berpengaruh di Sri Lanka.
Ayah Gotabaya merupakan seorang anggota parlemen dan menteri kabinet. Kakak laki-lakinya, Mahinda, merupakan Presiden Sri Lanka dua kali dan dua saudara lelaki lainnya memegang posisi tinggi di pemerintahan sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Sri Langka Gotabaya Rajapaksa Mengundurkan Diri
-
Viral Demonstran Sri Lanka Duduki Istana Presiden: Nyemplung di Kolam Renang, Serbu Serta Memasak di Dapur
-
Buntut Krisis Ekonomi Parah, Presiden Sri Lanka Bakal Mengundurkan Diri Pekan Depan
-
Presiden Sri Lanka Mengundurkan Diri, Ketua DPR: untuk Memastikan Penyerahan Kekuasaan Secara Damai
-
Istana Dikuasai Pendemo, Presiden Sri Lanka Akan Mundur Pada 13 Juli
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini