Suara.com - Britania Raya menjadi negara pertama yang menyepakati vaksin dengan fungsi ganda, menangani virus awal Covid dan varian Omicron.
Vaksin yang sudah diperbarui ini akan tersedia dalam bentuk booster dan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap varian-varian baru.
Moderna mengatakan akan memasok vaksin ini dalam beberapa minggu mendatang, namun masih belum diumumkan siapa yang akan dapat terlebih dahulu.
Mereka yang berusia di atas 50 tahun serta mereka dalam risiko tinggi akan mendapatkan booster mulai bulan depan.
Vaksin awal yang digunakan dalam pandemi ditujukan untuk melatih tubuh melawan bentuk awal virus corona yang muncul di Wuhan, China pada akhir 2019.
Virus Covid kemudian bermutasi terus dengan varian baru yang dapat mempengaruhi imunitas tubuh. Kasus dengan varian baru ini meningkat tajam di seluruh dunia.
"Perangkat yang lebih manjur"
Vaksin Moderna ditujukan menangkal virus awal serta varian Omicron pertama BA.1 yang muncul akhir tahun lalu.
Vaksin ini disebut bivalen karena dirancang untuk menangkal dua jenis virus Covid.
Badan pengatur obat-obatan Inggris telah mengkaji buktinya dan menyepakati pemberian vaksin untuk orang dewasa.
Baca Juga: Waduh! 5.000 Orang Dirawat di Rumah Sakit Australia karena Covid-19 Varian Omicron
Baca juga:
- Vaksin Covid booster: Setengah dosis AstraZeneca, Pfizer atau Moderna, 'peningkatan level antibodi relatif sama'
- Rencana vaksin booster berbayar, 'gratis saja tidak mau, apalagi bayar'
- MA putuskan vaksin Covid harus halal, apa yang perlu dilakukan pemerintah?
Dr June Raine, ketua badan pengatur obat-obatan Inggris mengatakan, "Generasi pertama vaksin Covid-19 yang digunakan di Inggris tetap memberikan perlindungan terhadap penyakit ini dan menyelamatkan hidup orang."
"Apa yang diberikan vaksin bivalen ini adalah perangkat yang lebih manjur dalam melindungi kita terhadap penyakit karena virus ini terus berkembang."
Hasil eksperimen terhadap 437 orang menunjukkan vaksin yang diperbarui ini aman dan memberikan perlindungan terhadap varian-varian baru.
Tingkatan antibodi yang dapat mengatasi Omicron (BA.1) lebih tinggi pada mereka yang diberikan vaksin baru. Tes terhadap varian lebih baru Omicron (BA.4 and BA.5), juga menunjukkan perlindungan yang sama dengan vaksin bivalen ini.
Namun, dengan perlindungan lebih besar terhadap varian baru ini, masih belum jelas apa yang akan terjadi kedepannya dan bagaimana fungsi vaksin baru ini.
Stéphane Bancel, selaku direktur utama Moderna, mengaku "senang" vaksinnya telah diberi lampu hijau.
"Ini merupakan pemberian izin pertama untuk vaksin bivalen yang mengandung Omicron, vaksin bivalen mempunyai peran penting dalam melindungi warga di Inggris dari Covid-19 selagi musim dingin akan segera tiba."
Di Inggris, kelompok penduduk berikut akan ditawari vaksin booster di antaranya adalah:
- staf medis dan tenaga kerja sosial
- semua orang usia 50 dan usia 50 ke atas
- pengasuh di atas umur 16 tahun
- warga di atas usia lima tahun yang tinggal bersama orang dengan sistem imun lemah
Semula kelompok penduduk usia 50-65 tidak akan divaksin. Namun, program vaksinasi ini diperluas karena penyebaran cepat dari varian-varian baru, karena ketidakpastian bagaimana virus bermutasi dan perkiraan bahwa interaksi sosial musim dingin ini akan lebih terbuka dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga virus lebih mungkin menyebar.
Moderna bukan satu-satunya perusahaan yang memperbarua vaksinnya. Pfizer juga telah mengembangkan vaksin yang dapat menyasar Omicron.
Ikuti James di oTwitter.
Berita Terkait
-
Jualan Pakai Kursi Roda, Pak Tarno Jawab Kekhawatiran Netizen Soal Kondisinya saat Ini
-
MBG di Persimpangan: Investasi SDM Masa Depan atau Malah Jadi Beban Fiskal?
-
Huawei Watch GT Runner 2, Smartwatch Lari Canggih Hasil Kolaborasi Eliud Kipchoge
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Tanpa 5 Pilar Utama, Persija Tak Gentar Jamu Persebaya di GBK
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat