Suara.com - Seorang pengendara mobil curhat ditagih uang senilai Rp15.000 saat parkir di salah satu minimarket yang berada di Kemang, Jakarta Selatan.
Curhatan tersebut heboh usai dikirim oleh seorang anonim di akun Twitter @Askrlfess pada Minggu (28/08/22).
Hingga sekarang, cuitan ini telah mendapatkan sejumlah 6,6 ribu suka dan ratusan twit kutipan dari publik.
"Naik kah harganya? Di daerah kalian kalau parkir berapa? Btw kang parkir liar tuh apa nggak bisa diilangin ya," tulis pengirim cuitan.
Dalam foto tangkap layar yang diunggah, tampak curhatan pengendara mobil tersebut.
Pengendara mobil mengungkapkan bahwa dirinya baru saja tiba di minimarket.
Saat dirinya membuka mobil, tiba-tiba ia didatangi oleh seorang pria yang mengaku sebagai tukang parkir yang ada di minimarket tersebut.
"Btw, gue kan parkir di Indomaret Kemang ya. Pas gue baru buka mobil, si tukang parkir bilang, 'Mbak, bayar dulu'," keterangan yang ada di dalam foto tangkap layar.
Pengendara mobil tersebut pun kemudian bertanya mengenai tarif parkir.
Ia begitu terkeget-kaget ketika si tukang parkir mengatakan bahwa tarif parkir mobil senilai Rp15.000.
"Gue yang norak apa tukang parkirnya yang kebangetan? Beli Aqua Rp5.500, parkir Rp 15.000," pungkasnya.
Sontak saja cuitan ini menuai beragam tanggapan dari warganet.
Warganet mengungkapkan bahwa di wilayah Kemang memang dibanjiri oleh orang-orang kaya sehingga mungkin saja tukang parkir memasang tarif yang tidak masuk akal.
"Loh ya di Kemang. Kang parkir menganggap semua yang di Kemang horang kaya," ujar seorang warganet.
"Daerahnya nder. Lihat aja noh Indomaret juga kayak apaan. Kemang kan isinya orang-orang dompet tebel," imbuh warganet lain.
"Lah daerah Kemang/Gading/Pondok Indah emang segitu nggak ngotak," kata warganet lain.
"Itu bukan tukang parkir tapi preman. Karena kalau lihat plang di Bandung mah parkir mobil Rp2 K, truk Rp2,5 K, sepeda motor Rp1,5 K. Dan juga biasanya gratis di minimarket tuh. Cuma suka ada jatah lahan buat tukang parkir. Kalau nggak dibolehin suka diganggu, makanya ada. Eh ngelunjak udah dikasih lahan," tambah warganet lain.
"Gila kalik bayar parkir Rp15 ribu. Nasi bungkus aja Rp10 ribu," komentar lain warganet.
Berita Terkait
-
Viral, Curhat Diteror Teman Minta Kado Pernikahan, Padahal Sudah Menyumbang Uang, Warganet: Maruk Bener
-
Fitur Belanja Twitter Berisiko Sebabkan Kerugian
-
Pengemudi Bus Transjakarta Dipukul, Diduga Motif Pelaku Karena Salah Paham Hingga Berujung Emosi
-
Sopir Transjakarta Dipukul Pengendara Mobil, Transjakarta Akan Proses ke Jalur Hukum
-
Curhat Warehouse Tempat Kakak Bekerja Bermasalah, Pekerja Dituduh Korup Sampai Harus Ganti Rugi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polda Metro Dalami Legalitas Ekskul Menembak Terkait 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel
-
Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri
-
3 Bedak Padat untuk Usia 40-an: Bisa Samarkan Kerutan Halus, Makeup Jadi Mulus
-
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi