Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat kepada Perdana Inggris yang baru, Liz Truss. Ucapan itu disampaikan Presiden melalui cuitan di akun Twitter resminya, @jokowi, pada Rabu (7/9/2022).
Dalam ucapan selamatnya Presiden juga mengajak PM Liz Truss untuk memperkuat kemitraan strategis RI-Inggris dalam mewujudkan stabilitas serta kemakmuran kawasan Indo Pasifik.
Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pendahulu Truss, yakni Boris Johnson.
"Selamat kepada PM Inggris baru Liz Truss. Mari bekerja bersama untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia Inggris serta perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan Indo Pasifik. Harapan terbaik dan terima kasih untuk kawan baik saya Boris Johnson," demikin cuit Presiden Jokowi.
Liz Truss diumumkan sebagai PM Inggris yang baru pada Selasa (6/9), menggantikan Johnson yang sebelumnya mundur.
Truss sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris dan ditemui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di London pada 19 April lalu, di mana keduanya menyepakati peta jalan (roadmap) kemitraan kedua negara untuk periode 2022-2024.
Peta jalan itu memuat sejumlah program kerja sama strategis kedua negara di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan lingkungan hidup.
Salah satunya kesepakatan penghapusan praktik perdagangan diskriminatif melalui penjajakan pembuatan langkah pengakuan bersama (mutual recognition) untuk standardisasi dan sertifikasi.
Selain itu peta jalan tersebut juga mencakup kerja sama transisi energi, kesehatan, dan dukungan dari Inggris untuk Indonesia sebagai rantai pasok industri global, serta penguatan kerja sama regional dan global.
Baca Juga: Selain MenPAN RB, Jokowi Juga Lantik 5 Anggota DKPP
Inggris juga telah menyampaikan dukungan mereka atas Presidensi G20 Indonesia.
Negeri Ratu Elizabeth itu merupakan salah satu mitra penting kerja sama bilateral Indonesia, bahkan di tengah pandemi perdagangan antara kedua negara meningkat 18 persen pada 2021, yakni dari 2,2 miliar dolar AS menjadi 2,6 miliar dolar AS.
Investasi Inggris di Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 67 persen, dari 192,8 juta dolar AS menjadi 322,9 juta dolar AS. (Sumber: Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Selain MenPAN RB, Jokowi Juga Lantik 5 Anggota DKPP
-
Azwar Anas Ucap Sumpah saat Dilantik Jadi MenPAN RB oleh Presiden Jokowi
-
Gantikan Mendiang Tjahjo Kumolo, Jokowi Resmi Lantik Azwar Anas jadi Menpan RB
-
Tak Punya Utang, Segini Harta Kekayaan Azwar Anas yang Bakal Dilantik Jadi Menpan RB
-
Profil dan Rekam Jejak Azwar Anas, Bakal Dilantik Jokowi Jadi Menpan RB
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa
-
Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Calon Kuat Perdana Menteri Inggris Baru
-
Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!