Suara.com - Kata kunci "Fikri" masuk jajaran trending topic Twitter hari ini, Selasa (13/9/2022) usai sebuah akun dengan nama Fikri Apriyan mengomentari postingan TikTok milik pengguna bernama Nadia.
Adapun pengguna TikTok itu mengunggah video yang di dalamnya terdapat pertanyaan "Yakin gak mau sama janda umur 18 tahun."
Fikri kemudian viral usai dirinya menolak dan memberi pernyataan menurut sudut pandangnya.
"Emang enggak. Baru 18 tahun udah jadi janda. Artinya kan cerai karena Anda belum siap menanggung tanggung jawab seorang istri," tulis akun Fikri Apriyan.
Fikri, dalam komentarnya, juga mengungkapkan jika laki-laki mencari pasangan hidup yang sudah siap membina rumah tangga.
"Soalnya laki laki nyari pasangan hidup itu yang sudah siap berumah tangga," imbuhnya.
Ia bahkan diduga menyinggung harga sewa pekerja seks komersil (PSK) pada akhir komentarnya tersebut.
"Kalau cuma modal cantik, mah 300k masih bisa nego, udah gitu full service pula," kata Fikri mengakhiri komentarnya.
Tangkapan layar komentar Fikri terhadap postingan TikTok itu dibagikan oleh sejumlah akun Twitter, termasuk @txtdarisa***. Warganet sontak berbondong-bong merespons.
Baca Juga: Data Pribadinya Dibocorkan Bjorka, Mahfud MD: Saya Tak Ambil Pusing dan Tak Ingin Tahu
Sebagian dari mereka pro dengan pernyataan Fikri, sementara yang lainnya kontra. Di mana kemungkinan status janda wanita 18 tahun itu diperolehnya usai mengalami masalah yang rumit.
"Tepuk tangan untuk bung Fikri, Anda benar sekali. Singkat padat makjleb," tulis seorang warganet.
"Tolong kasih bintang penghargaan untuk si Fikri ini," tulis yang lainnya.
"Keren Fikri aku bangga," puji warganet.
"Fikri pasti mama kamu bangga. Tapi 18 tahun aja dah jadi janda padahal kalau ga salah minimum usia menikah di Indonesia tuh 19 tahun harusnya," ungkap seorang warganet dalam komentarnya.
"Tapi kalau dia menjanda karena suaminya meninggal entah sakit aatau kecelakaan gimana?" bela salah satu warganet.
Berita Terkait
-
Data Pribadinya Dibocorkan Bjorka, Mahfud MD: Saya Tak Ambil Pusing dan Tak Ingin Tahu
-
Hacker Bjorka Kembali Berulah! Sebar Data Pribadi Milik Abu Janda
-
Bjorka Bocorkan Data Lagi, Korbannya Iwan Bule, Cak Imin Hingga Abu Janda
-
Sandiaga Uno Beri Tips Kelola Uang saat Harga Kebutuhan Naik, Malah 'Dirujak' Warganet: Situ Enak, Orang Kaya, Lah Gue?
-
3 Tips Membeli Barang Preloved di Twitter
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD