Suara.com - inerja UMKM ekspor tidak hanya mampu membuktikan pembukaan lapangan kerja yang lebih baik bagi tenaga kerja di dalam negeri. Produk UMKM lokal justru mampu bersaing dan menjadi merek yang prestisius yang mampu membuat bangga Indonesia.
Sebagai bank dengan mandat Go Global dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) terus memperkuat komitmennya untuk mendorong kinerja pelaku UMKM untuk tak sekadar naik kelas tetapi juga menembus pasar ekspor dan menjadi kebanggaan bangsa.
Wiracana Handfan adalah UMKM Binaan sekaligus nasabah setia BNI sejak 20 tahun lebih. UMKM kriya ini merasa amat sangat terbantu dengan bimbingan dan binaan dari tim BNI yang menggunakan segala channel untuk membantu ekspansi UMKM.
Dengan sinergi yang apik antara perbankan dan pelaku UMKM ini, CEO Wiracana I Wayan Wiraperdhana merasa bangga karena telah mampu menembus setidaknya lebih dari 10 negara seperti Spanyol, Jepang, Amerika, Meksiko, Fiji, Prancis, Jerman, Australia, Italia, serta beberapa negara di Asia Tenggara.
Berkat BNI, dia pun menyampaikan Wiracana dapat ikut mengisi di Sarinah Department store yang mana kipas tangan Wiracana berada di ground floor sebagai produk favorit dan unggulan di shopping center.
“Saya nasabah lama, ada 20 tahunan dengan BNI. BNI itu berbeda cara me-maintain nasabah-nasabahnya kalau ada hajatan pasti cepat sekali (diajak), orang-orangnya yang membantu profesional. Membantu nasabah-nasabahnya benar-benar untuk berkembang,” sebut Wiraperdhana yang akrab disapa Wira di Sesetan Bali, Minggu (25/9/2022).
Dalam masa pemulihan ekonomi ini, Wira menyampaikan Wiracana telah memulai ekspansi dengan kinerja ekspor mencapai 50% dari kemampuan pada kondisi normal lalu. Beberapa buyer internasional sudah mulai berani datang ke pusat produksi Wiracana di Bali untuk memastikan ketersediaan kipas tangan Wiracana.
“Tentunya dengan pelajaran berharga dari masa pandemi, kami juga merambah pasar ritel online. Dengan demikian kami bisa menyentuh lebih banyak pelanggan yang sulit dijangkau dengan store-store fisik,” katanya.
Adapun, Wiracana sudah mampu menghasilkan 1.000 kipas per hari dengan bantuan teknologi canggih, yaitu berupa laser engraver. Penerapan mesin ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Hasil kipas terbaik juga dijamin dengan dilibatkannya lebih dari 70 seniman lokal, yang rupa desainnya sangat anggun.
Baca Juga: Sebanyak 2.010 Calon Penerima BLT UMKM dari Bontang Diajukan ke Pusat
BNI Berharap Ada Wiracana Baru
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo berharap lebih banyak UMKM yang berorientasi ekspor lain juga mampu mencontoh Wiracana yang gigih dalam mencari kesempatan pengembangan usahanya. Tentunya, BNI sebagai bank global asal Indonesia memiliki berbagai channel digital, jaringan, serta program pendampingan yang lengkap untuk membantu UMKM tak sekadar jago kandang.
“Kami terus mencari Wiracana-Wiracana lainnya untuk dapat menjadi kebanggaan dan representasi Indonesia di luar negeri,” katanya.
Okki melanjutkan, dengan UMKM kriya mampu memproduksi barang berkualitas maka akan lebih banyak wisatawan asing yang penasaran dan berkunjung ke Indonesia.
“Di samping itu, devisa hasil ekspor dari UMKM juga akan menjadi cadangan bagi pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri guna terus mendorong pertumbuhan ekonomi makro yang lebih positif,” sebutnya.
Berita Terkait
-
Kemenparekraf Perluas Peran UMKM Guna Pemulihan Pariwisata
-
Buka Gerai UMKM GUMELIS, Sandiaga Ajak Pelaku UMKM Dukung Pengembangan Pariwisata di Sukabumi
-
Bos Bule Sange Berat, di Toilet Pun Jadi: Pengakuan Sekretaris Chika
-
Ustadz Abdul Somad Bongkar Amalan Surah Al Quran saat Membangun Bisnis!
-
Komisi XI Berkomitmen Dukung UMKM Berkembang
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya
-
Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat
-
Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?
-
Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru
-
Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi
-
Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?
-
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring
-
Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali
-
Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan
-
HS Slim Double jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar