Suara.com - Presiden Alexander Lukashenko mengatakan Belarusia dan Rusia akan mengerahkan satuan militer gabungan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di tengah Perang Ukraina yang masih berlangsung.
Menurut kantor berita Belta yang dikelola pemerintah, Lukashenko menyebut langkah itu diambil di tengah memanasnya situasi di wilayah perbatasan bagian barat Belarusia.
Menurut Al Jazeera, Lukashenko mengatakan pada Senin (10/10) bahwa kedua negara telah mulai menyatukan kekuatan dua hari sebelumnya, atau pasca ledakan di jembatan yang menghubungkan Rusia ke Semenanjung Krimea.
Pengumuman itu datang ketika rudal Rusia menyerang beberapa kota di Ukraina, termasuk ibu kota, Kiev, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.
“Saya sudah mengatakan bahwa hari ini Ukraina tidak hanya membahas tetapi merencanakan serangan di wilayah Belarusia,” ujar Lukashenko saat pertemuan dengan pejabat keamanan, seperti dikutip Belta. Namun, dia tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut.
"Kami telah sepakat untuk menerjunkan kelompok regional Federasi Rusia dan Republik Belarus," tambahnya.
Lukashenko tidak merinci di mana pasukan tersebut akan dikerahkan.
Sang pemimpin negara mengatakan Belarusia "harus memiliki rencana untuk melawan semua keparat yang mencoba menyeret [negara itu] ke dalam perkelahian".
“Seharusnya tidak ada perang di wilayah Belarusia,” tambahnya.
Belarusia bergantung secara finansial dan politik pada sekutu utamanya, Rusia.
Sementara itu, pasukan Rusia menggunakan Belarusia sebagai salah satu lokasi penting untuk invasi mereka ke Ukraina pada 24 Februari lalu dengan mengirim pasukan dan peralatan ke sebelah utara Ukraina dari pangkalan di Belarusia.
Berita Terkait
-
Beberapa Ledakan Terdengar di Kiev, Jumlah Korban Belum Dikonfirmasi
-
Ledakan di Jembatan Penghubung Rusia-Krimea, Putin Tuduh Ukraina
-
Ledakan Dahsyat dari Bom Truk Hancurkan Jembatan Kerch
-
Dubes Vincent Piket: Uni Eropa akan Lewati Masa Sulit yang Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina
-
Buntut Caplok 4 Wilayah Ukraina, Aset Rusia Dibekukan Jepang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi