News / Internasional
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:04 WIB
Ilustrasi ledakan terdengar di Kiev. [ANTARA/REUTERS/Gleb Garanich/as/am]

Suara.com - Beberapa ledakan terdengar di wilayah ibu kota Ukraina, Kiev, pada Senin (10/10), atau beberapa bulan sejak kota itu menjadi target penyerangan di tengah konflik dengan Rusia yang masih berlangsung.

Dalam laporannya, BBC menyebut setidaknya dua ledakan terdengar di wilayah Kiev tengah sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Ini merupakan serangan pertama yang diarahkan ke Kiev usai ibu kota tersebut diserang oleh pasukan Rusia di periode awal invasi yang dimulai pada bulan Februari.

BBC juga menyebut bahwa berdasarkan keterangan badan layanan drarurat Ukraina, terdapat korban luka dan korban jiwa dalam serangan ini.

Meski demikian, belum ada angka pasti yang telah dikonfirmasi.

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina sebagai dalang di balik ledakan yang merusak jembatan penghubung antara Rusia dan wilayah Krimea yang terjadi pada Sabtu.

Selain menuduh keterlibatan Ukraina, pemimpin Rusia tersebut menggambarkan ledakan itu sebagai sebuah "tindakan terorisme".

"Tidak diragukan lagi. Ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil yang sangat penting," kata Putin dalam video di saluran Telegram Kremlin.

"Tindakan ini dirancang, dilakukan, dan diperintahkan oleh layanan khusus Ukraina," kata Putin.

Jembatan yang dibangun di atas Selat Kerch itu merupakan rute utama pengiriman pasokan bagi pasukan Moskow di Ukraina selatan merupakan arteri utama untuk pelabuhan Sevastopol, tempat armada Laut Hitam Rusia bermarkas.

Layanan kereta api dan sebagian lalu lintas jalan dilanjutkan sehari setelah ledakan itu.

Sejumlah gambar yang beredar menunjukkan setengah dari bagian jalan jembatan hancur sementara setengah lainnya masih terpasang.

Load More