Suara.com - Beberapa ledakan terdengar di wilayah ibu kota Ukraina, Kiev, pada Senin (10/10), atau beberapa bulan sejak kota itu menjadi target penyerangan di tengah konflik dengan Rusia yang masih berlangsung.
Dalam laporannya, BBC menyebut setidaknya dua ledakan terdengar di wilayah Kiev tengah sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Ini merupakan serangan pertama yang diarahkan ke Kiev usai ibu kota tersebut diserang oleh pasukan Rusia di periode awal invasi yang dimulai pada bulan Februari.
BBC juga menyebut bahwa berdasarkan keterangan badan layanan drarurat Ukraina, terdapat korban luka dan korban jiwa dalam serangan ini.
Meski demikian, belum ada angka pasti yang telah dikonfirmasi.
Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina sebagai dalang di balik ledakan yang merusak jembatan penghubung antara Rusia dan wilayah Krimea yang terjadi pada Sabtu.
Selain menuduh keterlibatan Ukraina, pemimpin Rusia tersebut menggambarkan ledakan itu sebagai sebuah "tindakan terorisme".
"Tidak diragukan lagi. Ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil yang sangat penting," kata Putin dalam video di saluran Telegram Kremlin.
"Tindakan ini dirancang, dilakukan, dan diperintahkan oleh layanan khusus Ukraina," kata Putin.
Jembatan yang dibangun di atas Selat Kerch itu merupakan rute utama pengiriman pasokan bagi pasukan Moskow di Ukraina selatan merupakan arteri utama untuk pelabuhan Sevastopol, tempat armada Laut Hitam Rusia bermarkas.
Layanan kereta api dan sebagian lalu lintas jalan dilanjutkan sehari setelah ledakan itu.
Sejumlah gambar yang beredar menunjukkan setengah dari bagian jalan jembatan hancur sementara setengah lainnya masih terpasang.
Berita Terkait
-
Ledakan di Jembatan Penghubung Rusia-Krimea, Putin Tuduh Ukraina
-
Ledakan Dahsyat dari Bom Truk Hancurkan Jembatan Kerch
-
Dubes Vincent Piket: Uni Eropa akan Lewati Masa Sulit yang Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina
-
Perdana! Dewan HAM PBB Kirim Utusan Untuk Pantau Rusia
-
Buntut Caplok 4 Wilayah Ukraina, Aset Rusia Dibekukan Jepang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
"Celana Saya Juga Hancur", Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas