Suara.com - Tragedi Kanjuruhan masih menjadi perbincangan hangat saat ini. Peristiwa yang menewaskan 132 orang tersebut ternyata memiliki deretan plot twist.
Kejadian miris tersebut diwarnai dengan informasi simpang siur bahkan keluar dari aparat kepolisian yang pada kenyataannya cukup membuat publik geleng kepala. Apa saja daftar plot twist tersebut?
1. Botol Miras Ternyata Obat Ternak
Polisi sempat menyatakan bahwa pihaknya menyita puluhan botol miras tersegel di Stadion Kanjuruhan. Namun, Dinas Pemuda dan Olahraga Malang menjelaskan 46 botol tersebut bukan berisi miras tetapi ramuan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Botol tersebut berada di situ karena pada sekitar pertengahan bulan Agustus 2020, pihak Dispora mengadakan lomba pemuda pelopor se-Kabupaten Malang. Salah satu peserta yang ikut tengah mempromosikan racikan yang ia klaim mampu menyembuhkan PMK pada ternak. Diketahui PMK merupakan wabah yang sempat menjadi perhatian lantaran menyerang hewan ternak hingga menyebabkan meninggal dunia.
Saat itu Kemenpora tertarik dan ingin melihat racikan tersebut. Namun karena pihak ekspedisi menolak lantaran merupakan barang cair, akhirnya paket ditaruh di Stadion Kanjuruhan. Oleh karena itulah botol berisi ramuan tersebut berada di Stadion Kanjuruhan.
2. Penjual Dawet Ternyata Kader PSI
Sebelumnya, beredar rekaman suara wanita yang mengaku sebagai penjual dawet di Stadion Kanjuruhan. Ternyata, diketahui kemudian bahwa sosok tersebut adalah Suprapti Fauzi seorang kader Partai Solidaritas Indonesia.
Ia menuduh banyak supporter Aremania yang mengeroyok polisi dan minum minuman keras dan narkoba. Viralnya rekaman tersebut pun membuat banyak Aremania yang menelusuri siapa sosoknya. Ternyata, ia adalah kader PSI.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ancam Mundur dari Timnas Indonesia, Warganet Ramai Berkomentar Begini
PSI juga telah mengonfirmasi hal tersebut. Namun, partai tersebut juga menambahkan Suprapti Fauzi bukan lagi menjadi bagian dari PSI.
Suprapti Fauzi pun meminta maaf atas hoax yang disebarkannya saat kericuan di Kanjuruhan. Ia juga menuduh seseorang Bernama Nawi yang menyebabkan kondisi semakin kacau.
3. Iwan Bule Disuruh Mundur Malah STY yang Ikut Mundur
Shin Tae Yong tengah menjadi sorotan lantaran ia rela mundur dari Timnas Indonesia jika Ketua PSSI Iwan Bule mundur dari jabatannya. Pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan pernyataannya melalui Instagramnya @shintaeyong7777.
Ia menulis: “Seseorang yang sangat mencintai sepakbola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola dapat berkembang adalah Ketua Umum PSSI. Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri.”
Wah, yang dituntut mundur siapa, yang bakal mundur siapa.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Tag
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Ancam Mundur dari Timnas Indonesia, Warganet Ramai Berkomentar Begini
-
Usai Diperiksa Komnas HAM, Indosiar: Otoritas Final ada di LIB
-
Bocor ke Publik, Liga 1 Kembali Restart Akhir November?
-
'Ancaman' Shin Taeyong Mundur dari Pelatih Timnas, Dijawab Santai Presiden Jokowi: Laporannya Aja Belum
-
Federasi KontraS: Ada Polisi Intimidasi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura