Suara.com - Beredar video dengan klaim yang menyebut bahwa Prabowo Subianto mundur dari jabatannya sebagai menteri, Ketua DPP Partai Gerindra, dan bahkan dari bakal calon presiden (capres) di Pilpres 2024.
Dalam video tersebut juga diklaim bahwa Prabowo mengundurkan diri dikarenakan dirinya enggan terjerumus ke jalan busuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Video tersebut diunggah oleh kanal YouTube RADAR BERITA pada Rabu (12/09/22) lalu.
Pengunggah video memberikan narasi sebagai berikut.
"Mengejutkan! Prabowo Mundur dari Jabatannya! Tak Ingin Terjerumus ke Jalan Busuk Jokowi."
Melalui thumbnail video unggahan, terlihat potret Prabowo bersama dengan Presiden Jokowi, Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh, dan satu orang lainnya.
Hingga kini, video unggahan ini telah ditonton lebih dari 37 ribu kali. Ratusan komentar juga membanjiri unggahan ini, tak sedikit netizen yang mempercayai klaim dalam video ini.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Baca Juga: Bantah Tudingan Ijazah Palsu, Presiden Jokowi Unggah Momen Reuni bersama Kawan-kawan Masa Kuliah
Mengutip dari turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, video unggahan dengan klaim Prabowo Subianto mundur dari beberapa jabatannya bahkan capres pada Pilpres 2024 merupakan konten yang dimanipulasi.
Faktanya, video asli dari unggahan tersebut berisi pernyataan dari Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang menyatakan bahwa partainya telah menerima surat pengunduran diri dari Edhy Prabowo selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra pada November 2020.
Video yang berisi pernyataan dari Ahmad Muzani yang asli salah satunya diunggah di kanal Youtube KOMPASTV pada 28 November 2020 silam dengan judul Gerindra Sudah Terima Surat Pengunduran Diri Edhy Prabowo.
Pada bagian keterangan, KOMPAS TV memberikan narasi sebagai berikut.
"JAKARTA, KOMPAS.TV – Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Sekjen Partai Gerindra) Ahmad Muzani mengatakan, partainya telah menerima surat pengunduran diri dari Edhy Prabowo selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra,"
"Ahmad Muzani menyebutkan bahwa surat itu kini telah diteruskan ke Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sekjen Partai Gerindra ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menyerukan seluruh kader Gerindra di semua tingkatan untuk tetap kompak dan solid dalam menghadapi situasi sulit ini,"
Tag
Berita Terkait
-
Bantah Tudingan Ijazah Palsu, Presiden Jokowi Unggah Momen Reuni bersama Kawan-kawan Masa Kuliah
-
Kunker ke VIAR Motor Semarang, Menteri Perindustrian Sebut Optimalisasi Nilai Komponen Lokal
-
Anies Baswedan PeDe punya Rekam Jejak Gubernur DKI Maju Pilpres 2024
-
Ditanya Soal Maju di Pilpres 2024, Ganjar: Ngopo Loh
-
Mengapa Partai Gerindra Kembali Meminta Prabowo Maju ke Pilpres 2024?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan