Suara.com - Meskipun Liz Truss menjadi Perdana Menteri Inggris dengan jabatan tersingkat dalam sejarah, namun ia tetap akan diberi uang pensiun seperti pendahulunya.
Menyadur Mirror, status Truss sebagai PM Inggris membuatnya memenuhi syarat untuk mendapatkan uang pensiun hingga enam digit setelah keluar dari Downing Street.
Liz Truss bakal mendapatkan £115.000 atau sekitar Rp 2 miliar per tahun selama sisa hidupnya karena dia adalah Perdana Menteri, meskipun hanya menjabat selama 45 hari.
PM Inggris perempuan yang menggantikan Boris Johnson itu masih berhak atas Tunjangan Biaya Tugas Publik, yang membantu mantan perdana menteri yang masih aktif dalam kehidupan publik.
Tunjangan hingga £ 115.000 setahun, berarti Truss dapat mengajukan pengeluaran ketika melakukan pekerjaan atau pengeluaran terkait dengan posisinya yang dipegang secara singkat sebagai politisi paling kuat di Inggris.
Adapun tunjangan tersebut diperkenalkan pada tahun 1991 setelah pengunduran diri Margaret Thatcher. Tunjangan itu dirancang untuk mendukung politisi yang bertanggung jawab selama lebih dari satu dekade, setelah partainya menentangnya.
Tak disangka, tunjangan itu kini terasa begitu menguntungkan Truss. Meskipun mengundurkan diri setelah menjabat selama enam minggu, nyatanya Truss juga mendapat uang pensiun setara layaknya pendahulunya yang menjabat hingga bertahun-tahun.
Batas Tunjangan Biaya Tugas Publik ditetapkan pada 2011 dan akan tetap dibekukan pada tingkat itu hingga setidaknya 2023, dan dilaporkan telah membayar jutaan sejak didirikan oleh Sir John Major, yang menggantikan Margaret Thatcher.
Kantor Kabinet mengatakan: "Biaya adalah penggantian biaya yang dikeluarkan untuk biaya kantor yang diperlukan dan biaya kesekretariatan yang timbul dari posisi khusus mereka dalam kehidupan publik. Tunjangan tidak dibayarkan untuk mendukung tugas pribadi atau parlemen."
Baca Juga: Reaksi Dunia Atas Mundurnya PM Liz Truss, Kata-kata Rusia Terkejam
Uang itu seharusnya digunakan untuk biaya kantor, korespondensi, dan berbicara di depan umum yang terkait dengan peran publik yang terus dimainkan oleh mantan perdana menteri. Biaya diganti hanya setelah bukti pengeluaran diberikan.
Tunjangan dibayarkan kepada semua mantan PM, bahkan jika mereka terus menjabat di Parlemen.
Aturan itu berarti bahwa mantan petahana seperti Theresa May, Boris Johnson, dan sekarang Liz Truss, yang terus menjabat sebagai anggota parlemen, dapat mengklaim tunjangan enam digit di atas gaji dasar Commons mereka sebesar £84.144 atau sekitar Rp 1,4 miliar.
Namun, tunjangan tidak diterima jika mantan PM menjadi pemimpin oposisi setelah keluar dari Downing Street.
Kantor Kabinet juga dapat memilih untuk mengurangi tingkat tunjangan yang tersedia jika mereka menerima penunjukan publik berbayar.
Selain tunjangan, PM yang mundur juga dapat mengklaim pesangon menteri sebesar £18.860 atau sekitar Rp 320 juta.
Berita Terkait
-
Reaksi Dunia Atas Mundurnya PM Liz Truss, Kata-kata Rusia Terkejam
-
Pidato Lengkap PM Inggris Liz Truss Resign: Sentil Perang Ilegal Putin
-
Timeline Jejak PM Inggris Liz Truss: Maju Saat Krisis, Mundur Saat Kacau
-
Mundur dari PM Inggris, Mengapa Liz Truss Ramai Dibandingkan dengan Selada?
-
Kenapa Liz Truss Mundur? Sebulan Jadi PM Inggris, Badai Politik-Ekonomi Tak Kunjung Reda
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland