Suara.com - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) kini resmi menyambut negara Timor Leste sebagai anggota baru. Timor Leste sebelumnya telah menempuh perjuangan panjang hingga resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN sejak perhimpunan tersebut berdiri pada 1967 silam.
Adapun keanggotaan Timor Leste dalam ASEAN telah disetujui oleh segenap anggota dan akan rencananya akan disahkan pada KTT ASEAN tahun depan.
"Kami para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada prinsipnya sepakat untuk mengakui Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN," bunyi kesepakatan anggota ASEAN diwakili oleh tuan rumah dalam pertemuan di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (11/11/2022).
Perjuangan panjang Timor Leste jadi anggota ASEAN: Awal merdeka hingga jadi anggota PBB
Timor Leste kini dapat bernafas lega setelah bertahun-tahun memperjuangkan diri agar diterima menjadi anggota ke-11 ASEAN.
Pasalnya, hal tersebut tak mudah dan menghadapi berbagai rintangan yang tak terlepas dari status negara muda tersebut.
Adapun Timor Leste merupakan salah satu negara 'baru' dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Mengutip Refworld, Timor Leste baru memperoleh status merdeka dari PBB pada 20 Mei 2002. Itu pun tak terlepas dari adanya Referundum dan sederet konflik yang menimpa negara tersebut saat hendak memerdekakan diri.
Timor Leste yang sebelumnya menyandang nama Timor Timur juga baru dapat menggunakan nama negara tersebut pada 27 September 2002 setelah PBB memberi keanggotaan.
Baca Juga: Taruh Perhatian Isu Myanmar, Jokowi Sampaikan Poin Penting Pada Retreat KTT ASEAN ke-41
Timor Leste umumkan ingin masuk ASEAN, dapat dukungan dari Indonesia
Timor Leste resmi mengumumkan wacana untuk masuk ASEAN pada 2011 silam, sebagaimana yang dilansir oleh Reuters.
Wacana tersebut juga telah mendapat dukungan dari Indonesia sebagai salah satu negara pemrakarsa ASEAN.
Indonesia yang akan menjadi ketua ASEAN di 2023 mendatang juga sempat memprioritaskan Timor Leste dapat bergabung dalam perhimpunan negara Asia Tenggara tersebut.
“Tahun 2023 nanti yang juga menjadi salah satu prioritas Indonesia adalah mencoba meyakinkan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk dapat menerima Timor Leste sebagai anggota baru ASEAN,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah, dikutip dari Antara.
ASEAN beri lampu hijau
Berita Terkait
-
Taruh Perhatian Isu Myanmar, Jokowi Sampaikan Poin Penting Pada Retreat KTT ASEAN ke-41
-
Jokowi: Saya Tak Ingin Kesatuan dan Sentralitas ASEAN Hanya jadi Mantra Kosong!
-
Bertemu Pebisnis ASEAN, Presiden Jokowi Dorong Penguatan Kemitraan Dunia Usaha dan Pemerintah
-
Presiden Jokowi Dorong Generasi Muda ASEAN Percepat Transformasi Digital dan Perkuat Ekonomi Hijau
-
Indonesia dan Singapura Kecewa Atas Kondisi Myanmar
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan