Polisi harus mengategorikan masing-masing korban meninggal karena faktor tertentu. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan mereka meninggal karena kombinasi keempat faktor yang dipaparkannya.
"Misalnya ada satu orang, yang meracuni anggota keluarganya, kemudian orang tersebut menghabisi dirinya. Maka dalam peristiwa ini kita ketahui ada dua penyebab yaitu, homicide (pembunuhan) dan suicide (bunuh diri). Nah ini yang harus dipilah," ujarnya.
Pada kasus ini, tidak dapat berhenti pada dugaan kelaparan. Lebih jauh kepolisian harus mendalami penyebab mereka kelaparan. Karena paksaan untuk tidak makan, dan karena faktor kesehatan fisik atau mental yang menyebabkan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya
"Kalau misalkan mereka mengalami demensia atau mengalami gangguan jiwa tertentu, yang menyebabkan mereka tidak bisa berpikir secara jernih sehingga tidak bisa mencari makanan, maka penyebabnya ini adalah natural atau alami," kata Reja.
"Tapi sebaliknya. Jika ada satu pihak yang memaksa satu pihak tidak makan berhari-hari, tidak memasok makanan selama sengaja sekian lama, kepada anggota keluarga, maka ini adalah pembunuhan atau homicide," sambungnya.
Kekinian, meninggalnya satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersebut masih menjadi misteri. Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan.
Jenazah keempatnya pertama kali ditemukan pada Kamis (10/11/2022) lalu, karena keluhan warga yang mencium aroma tidak sedap dari rumah korban yang berada di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Satu keluarga yang tewas itu adalah Rudianto (71), Margaret (58), Dian (40) dan Budianto (69).
Berita Terkait
-
Kasus Kematian Sekeluarga, Pemkot Evaluasi RT RW di Kalideres untuk Aktif Bangun Interaksi Warga
-
Misteri Meninggalnya Satu Keluarga di Kalideres, Dokter Forensik Sebut Maksimal 60 Hari Bertahan Hidup Tanpa Makan
-
Remaja Tewas Terkena Sabetan Sajam di Kalideres, Darah Berceceran
-
Temuan Bungkus Makanan Kasus Sekeluarga Tewas di Kalideres, Kapan Terakhir Keluarga Rudyanto Makan Diusut Polisi
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Kriminolog Ungkap 2 Kemungkinan Penyebabnya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran