Kasus dugaan suap tambang ilegal yang menyeret Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto tengah ramai menjadi perbincangan dan semakin memanas. Kasusnya ini terus bergulir hingga banyak menyita perhatian publik.
Sebelumnya, seorang mantan polisi yang berkaitan dengan bisnis mafia tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim), Ismail Bolong, sempat mengaku bahwa dirinya menyerahkan uang hasil kegiatan tambang ilegal di Kaltim senilai Rp 6 miliar kepada Kabareskrim.
Namun, hal tersebut bertolak belakang dengan pernyataan awalnya yang viral, Ismail justru kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Agus.
Terkait dengan isu tersebut, kubu Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan membuka suara hingga saling serang pernyataan dengan Kabareskrim.
Lantas, seperti apakah drama dari setoran tambang ilegal yang berujung pada ‘perang bintang’ di tubuh Polri tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Pengakuan Ismail Bolong
Kasus dugaan setoran dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur menjadi perhatian publik setelah Ismail Bolong membuat testimoni melalui sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Diakui oleh Ismail, sejak bulan Juli 2020 sampai dengan November 2021 menjalankan bisnis sebagai pengepul batu bara hasil tambang ilegal di daerah Desa Santan Ulu, Kecamatan Karang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, ia mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp 5 miliar sampai dengan Rp 10 miliar.
Tidak hanya itu, yang menjadi perdebatan yaitu ia menyebutkan tempat di mana ia memberikan uang tersebut. Ismail Bolong juga menyebut para petinggi polisi lainnya yang menerima setoran.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Titip Salam Untuk Ferdy Sambo: Saya Siapkan Pengacara Terbaik
Namun, dalam sebuah klarifikasi yang muncul di kemudian hari, Ismail Bolong menyebutkan bahwa video testimoni beredar sebelumnya itu dibuat pada bulan Februari 2022 di bawah tekanan dari Hendra Kurniawan yang pada saat itu menjabat sebagai Karo Paminal Divisi Propam Polri.
Sambo Turut Buka Suara
Ferdy Sambo yang saat ini menjadi terdakwa dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J turut buka suara soal isu yang saat ini menjadi perdebatan tersebut.
Pada saat ditanya oleh sejumlah awak media di PN Jakarta Selatan menjelang persidangan beberapa hari lalu, mantan Kadiv Propam Polri ini mengaku bahwa meneken surat resmi yang berisi perintah penyelidikan kasus tersebut.
"Ya sudah benar. Kan ada suratnya," ucap Ferdy Sambo menjawab pertanyaan awak media soal isu mafia tambang di tubuh Polri.
"Tanya ke pejabat yang berwenang, kan suratnya sudah ada," ucap Ferdy Sambo singkat.
Tag
Berita Terkait
-
Kamaruddin Simanjuntak Titip Salam Untuk Ferdy Sambo: Saya Siapkan Pengacara Terbaik
-
Kamaruddin Simanjuntak Tak Ingin Ferdi Sambo Dihukum Mati: Bertobatlah Biar Jadi Pendeta Nggak Harus Polisi
-
Terseret Isu Aliran Dana Tambang Ilegal, Ini Profil Komjen Agus Andrianto
-
Siap Keluarkan Uang, Kamaruddin Ingin Rubah Nasib Ferdy Sambo
-
Kamaruddin Simanjuntak Siap Bayar Pengacara agar Ferdy Sambo tak Dihukum Mati, Apa Alasannya?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas
-
Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan