Suara.com - Syarifah Imansahab, seorang wanita yang belakangan ini sempat disorot lantaran aksinya menerobos ruang sidang untuk mendekati terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membuat pengakuan menghebohkan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @terangmedia, Syarifah mengaku sangat menyayangi eks Kadiv Propam Polri tersebut. Syarifah menyampaikan hal tersebut sambil berurai air mata.
"Bapak semangat ya, saya sayang banget sama bapak. Saya selalu doain bapak tiap hari," kata Syarifah dalam video @terangmedia, Jumat (2/12/2022).
Syarifah meminta Sambo bertaubat dan mengakui kesalahannya. Dirinya menyatakan ingin menjadi istri Sambo.
"Saya ingin bapak bertaubat, saya yakin bapak sesungguhnya orang yang baik dan bapak penyayang. I love you Pak Sambo, aku ingin jadi istrimu," ujarnya.
Syarifah Minta Maaf
Sebelumnya, identitas seorang wanita yang nekat menghampiri terdakwa kasus Ferdy Sambo terungkap. Wanita tersebut bernama Syarifah Imansahab.
Kepada awak media, dia mengaku sangat mengagumi eks Kadiv Propam Polri itu.
"Saya langsung lupa sendiri karena spontan, ngefans banget," ucap Syarifah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11).
Syarifah mengaku mengagumi Sambo lantaran dinilai membela Putri Candrawathi. Saat mendekat ke Sambo, Syarifah sejatinya ingin memberi sebuah bantal dan surat.
"Karena dia membela istrinya, jadi saya salut dia membela. Kenang-kenangan bantal, ini mau kasih kenang-kenangan buat Pak Sambo, ini ada bantal kecil, ini ada surat," ucapnya.
Atas perbuatannya nekat menghampiri Sambo, Syarifah menyampaikan permintaan maaf. Dirinya tadi sempat diperiksa oleh beberapa polisi yang ada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Kami minta maaf atas keteledoran tadi, kami tidak niat apa-apa. Kami hanya ingin memberikan sebagai seorang fans memberikan sebuah bingkisan kepada idolanya," tutur dia.
Pakai Kaos Bergambar Muka Sambo
Sebagai informasi, ada seorang wanita yang nekat menghampiri terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Ferdy Sambo di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11) siang.
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Miliki Fans Wanita Rela Mati dan Gantikan di Sel Tahanan, Bahkan Akui Cinta Mati: Saya Ingin jadi Istri Pak Sambo, I Love You Pak
-
Ngakak Lihat Penggemar Ferdy Sambo Nangis, Netizen Senggol Bharada E: Manusia Ini Kenapa?
-
Ketua RT Kompleks Ferdy Sambo Bakal Bersaksi Secara Online di Sidang Arif Rachman Pekan Depan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
Terkini
-
Curhat Chiki Fawzi Soal Ketidakpastian Petugas Haji: Saya Juga Bingung, Padahal Sudah Packing
-
Momen Amarah Jenderal ke Kapolres Sleman Pecah di DPR: Kalau Saya Kapolda, Saya Berhentikan Kamu!
-
Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung Ditawari Sewa Rusun Milik Pemprov DKI
-
Sering Lihat Ibu Jadi Sasaran KDRT, Siswa SMA di Karawang Habisi Ayah Sendiri Usai Mimpi Buruk
-
Kali Cakung Meluap, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir
-
Aktivitas Semeru Kembali Meningkat, Dua Kali Erupsi di Kamis Pagi
-
Buntut Ucapan 'Tuyul-tuyul', Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin Kembali Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
-
Jakarta 'Tenggelam' Lagi, 20 RT dan 5 Jalan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
-
Sikat Banjir Jakarta, Pramono Anung Kebut Normalisasi Ciliwung yang Sempat Mandek
-
Nasib Ibu Guru Budi di Ujung Tanduk Usai Mediasi Buntu, Ortu Siswa Ngotot Lapor Polisi