Timbulah sebuah misteri dari kematian para korban tersebut. Pasalnya, polisi mengatakan bahwa waktu kematian empat orang sekeluarga di Kalideres yang mati ‘mengering’ ini berbeda-beda.
Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Jakarta Timur, keempat korban diperkirakan meninggal sudah sejak 3 minggu sebelum ditemukan. Selain itu, keempatnya ditemukan tergeletak di tempat yang berbeda.
Kejanggalan Kasus Kalideres
Dalam kasus keluarga Kalideres ini, terdapat misteri yang menjadikan kasus ini janggal. Polisi menyampaikan ada mobil milik korban yang hilang.
Tidak hanya itu, polisi mengungkapkan bahwa kondisi rumah yang ditempati oleh korban dalam keadaan rapi.
Barang-barang Aneh yang Ditemukan
Dalam pendalaman kasus kematian keluarga di Kalideres, ditemukan beberapa barang aneh. Pada awal-awal penyelidikan, Asiung yang turut masuk ke rumah saat polisi melakukan evakuasi jasad, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Salah satu yang ditemukan adalah bon pemesanan makanan. Tidak hanya itu, Asiung mengatakan bahwa terdapat salah satu warganya yang pernah melihat salah satu korban pernah memesan makanan secara online.
Selain bon, ditemukan juga kapur barus dan lilin. Asiung mengungkapkan bahwa di rumah tersebut terdapat lilin, kapur barus, hingga bedak. Tidak hanya itu, ditemukan juga bedak tabur di meja makan.
Kemudian, pada akhir-akhir penyelidikan, polisi kembali mengungkapkan sejumlah fakta baru terkait dengan kematian keluarga Kalideres. Temuan tersebut mulai dari ritual hingga mantra-mantra yang ditemukan dalam rumah.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengungkap temuan adanya mantra di rumah keluarga Kalideres. Selain mantra, ditemukan juga buku-buku lintas agama dan kemenyan.
Pada saat itu, polisi mengungkap adanya kecenderungan anggota keluarga Kalideres positif melakukan sebuah ritual tertentu.
Penyelidikan Ditutup
Terbaru, Polda Metro Jaya menyampaikan kesimpulan akhir terkait dengan penyelidikan kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Dari penyelidikan polisi dan tim ahli forensik, dipastikan tidak ada pidana dalam keluarga Kalideres.
Kombes Hengki Haryadi menyebut bahwa tidak ditemukan motif keluarga Kalideres tewas karena pembunuhan, perampokan, atau tindak pidana lainnya.
Dari penyelidikan yang detail, dengan tegas Hengki menyatakan kematian keluarga Kalideres adalah kematian yang wajar. Menurutnya, kasus kematian keluarga ini merupakan fenomena kematian yang cukup unik.
Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh tim psikologi forensik, 4 orang keluarga Kalideres juga dinilai merupakan kematian yang wajar.
Ketua Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR), Reni Kusumowardani, menyebutkan bahwa pihaknya melakukan autopsi psikologi terhadap keempat jenazah tersebut.
Autopsi psikologi dilakukan dalam rangka melihat penyebab atau rating lethality keempat jenazah tersebut. Psikolog forensik menarik mundur kehidupan dari empat orang yang meninggal tersebut.
Tidak hanya itu, sejumlah misteri yang menyelimuti kasus kematian satu keluarga di Kalideres ini satu persatu terkuak.
Disebutkan oleh Pakar Sosiologi Agama, Jamhari MA yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini memastikan bahwa keluarga ini tidak terlibat sekte.
Oleh karenanya, berdasarkan pada hal tersebut, disebutkan bahwa penyelidikan terkait dengan kasus kematian satu keluarga di Kalideres ini akan ditutup.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Polisi Hentikan Penyelidikan Satu Keluarga Membusuk di Kalideres: Kematian Wajar, Tapi Kondisi Tidak Wajar
-
5 Fakta Penyebab Kematian Keluarga Kalideres: Bukan Sekte, Spekulasi Liar Terbantahkan
-
Polda Metro Pastikan Tak Ada Unsur Pidana Pada Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres
-
Kasus Kalideres, Pakar Psikologi Forensik Beberkan Alasan Mendiang Dian Tidak Kuburkan Sang Ibu
-
Kasus Kalideres Resmi Dihentikan, Polisi Segera Serahkan 4 Jenazah ke Keluarga
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek