Suara.com - Pengamat politik Zaki Mubarak menanggapi perihal banyaknya pihak yang menganggap Anies Baswedan tidak izin kepada Ketua Umum Partai Prabowo Subianto sebelum menyatakan diri maju sebagai calon presiden atau capres 2024.
Menurut Zaki, alangkah baiknya kalau mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta izin terlebih dahulu.
Penilaian Zaki tersebut berangkat dari ucapan politikus Partai Gerindra Andre Rosiade. Andre sempat menyebut kalau Anies telah menikung Prabowo dalam urusan Pilpres 2024.
"Lebih bijaksana jika Anies menemui Prabowo dan ijin maju pilpres," kata Zaki melansir dari Warta Ekonomi--Jaringan Suara.com, Rabu (14/12/2022).
Zaki menganggap kalau sosok Prabowo sudah memberikan banyak kontribusi bagi Anies saat maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada 2017. Itulah mengapa Anies dianggap harus paham soal tata krama.
"Perkara Prabowo memberi restu atau tidak soal lain tetapi Anies perlu mengkomunikasikannya," jelasnya.
Sebelumnya, Andre kecewa melihat Anies yang bertindak bak kacang lupa kulitnya saat menyatakan diri maju sebagai capres 2024. Ia menyinggung Anies yang pernah dibantu Prabowo di Pilgub DKI Jakarta.
"Padahal kader-kader gerinda ini geregetan loh ya, berjuang habis-habisan karena saya melihat Pak Prabowo mendukung dan memodali Mas Anies dan kami semua kader Gerindra patungan rame-rame, dan mohon maaf ya, Ini kami ya yang di bawah. Ternyata Mas Anies pun maju. Itu hak beliau, kami hormati, tapi Mbok ya etika, ngomong ke Pak Prabowo," terang Andre.
Baca Juga: Pengamat Anggap Strategi Safari Politik Anies Efektif
Berita Terkait
-
Gerindra: Rata-rata Partai di Senayan Pilih Nomor Urut Lama, Termasuk Kami
-
Beri Catatan untuk Capres Agar Menang di Pilpres 2024, Dokter Tifa: Belajar Saja Joget TikTok
-
Sumber Dana Safari Politik Anies Baswedan Dipertanyakan, Bawaslu Angkat Tangan
-
Ganjar Pranowo Rela Tinggalkan PDIP Demi Duet dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024, Benarkah?
-
Soroti Safari Anies, Politikus PDIP Bongkar Cara Partainya Menarik Massa: Pokoknya Sesuai Undang-Undang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO
-
Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama