6. Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 – 6 September 1950)
7. Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951)
8. Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)
9. Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)
10. Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)
11. Ketua Federasi ASEAN Games (1958)
12. Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959)
13. Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)
14. Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966)
Baca Juga: Mengintip Gelimang Harta Soeharto, Lebih Kaya dari Sultan HB IX?
15. Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)
16. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)
17. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)
18. Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)
19. Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 – 23 Maret 1978)
Kekayaan Sri Sultan HB IX
Sri Sultan HB IX dikenal sebagai sosok yang memiliki kekayaan fantastis. Harta kekayaan Sri Sultan HB IX adalah seluruh tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kekayaan Sultan ini juga bisa dilihat saat keterpurukan melanda bangsa Indonesia di masa pascakemerdekaan. Saat kas negara kosong inilah Sri Sultan HB IX menghibahkan kekayaannya senilai 6.000.000 Gulden kepada Pemerintah Indonesia untuk membiayai operasional pemerintahan, kebutuhan hidup pemimpin dan pegawai pemerintah.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Tag
Berita Terkait
-
Mengintip Gelimang Harta Soeharto, Lebih Kaya dari Sultan HB IX?
-
Cipung Bangga, Prank Raffi Ahmad Cuma Beli Sepatu sebelah Kanan di Erigo
-
Kerap Pamer Foto Liburan, Syahrini Kena Sentil Perkara Rumah: Jangan Disamakan dengan Sultan Andara
-
Luis Milla Akui Fisik Jadi Kendala Tim Persib Bandung
-
Ngeri-ngeri Sedap, Cerita Soeharto Dibuat Tersinggung Sama Orang Jombang Perkara Dikatain 'Wareg' Kekuasaan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!