Tujuan Krampus sebenarnya sama seperti Santa, yaitu membuat anak berperilaku baik. Namun yang satu dilakukan dengan cara menakut-nakuti sementara Santa Claus dengan memberi hadiah.
Sempat Dilarang
Diberitakan National Geographic, Krampus sempat ditekan selama bertahun-tahun oleh Gereja Katolik di Eropa selama Perang Dunia II. Sebab dianggap sebagai ciptaan aliran sosial demokrat yang tidak sesuai dengan ideologi mereka.
Kekinian, Krampus telah bangkit kembali selama beberapa tahun terakhir, khususnya dalam budaya pop. Karakternya dinilai menjadi jawaban bagi orang mencari cara untuk merayakan musim Natal dengan cara non-tradisional.
Di Amerika Serikat, masyarakat menyambut sisi gelap Natal dengan film Krampus, menayangkan segmen televisi khusus "Krampus". Mereka mengadakan pesta Krampus, menghadiri Krampusnacht lokal (di kota-kota seperti Washington, DC, dan New Orleans), dan berlari dalam balapan bertema Krampus.
Sementara di Austria, Krampus bahkan dikomersialkan dengan menjual cokelat, patung, dan terompet yang dapat dikoleksi. Itulah sisi gelap Santa Claus, Krampus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak