Suara.com - Presiden Joko Widodo sedianya akan melakukan reshuffle kabinet. Meski belum pasti siapa yang akan terkena dampaknya, tiga menteri Partai NasDem disebut akan terdepak dari kabinet.
Yang belakangan banyak disebut adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang konon akan digantikan oleh eks Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
Pegiat media sosial Jhon Sitorus ikut menanggapi isu reshuffle tersebut. Namun bukan Syahrul, Jhon menilai Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate lah yang tepat untuk didepak dari kabinet.
Meski tak menyebutkan nama, Jhon terlihat mengunggah foto Johnny saat sedang bersama Anies Baswedan yang diduga diambil saat safari politik ke Papua.
Jhon menyebut Johnny lah yang sebaiknya dipecat dari kabinet karena melakukan politik dua kaki. Pasalnya Johnny sekarang masih menjadi bagian dari koalisi pemerintah, tetapi juga dinilai aktif mengampanyekan Anies.
"Isu RESHUFFLE kabinet makin menguat. Ada baiknya menteri yang mendukung capres Bapak Politik Identitas DIPECAT saja," tutur Jhon lewat akun Twitter @Miduk17, dikutip pada Rabu (28/12/2022).
"Bermain DUA KAKI dalam kabinet sungguh MERUSAK citra baik tubuh kabinet. Lebih baik NASDRUN fokus kampanye bantu abas ke rumah-rumah ibadah, mumpung suasana NATAL," lanjut loyalis Ganjar Pranowo tersebut.
Menariknya, Jhon juga sempat menduga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar tidak akan ikut "disapu" kendati juga berasal dari Partai NasDem.
Hal ini terlihat dari komentarnya yang menyetujui opini salah seorang warganet. "Sependapat (Menteri LHK tidak akan di-reshuffle). Beliau tidak pernah mengurusi politik partainya... beliau profesional," ujar Jhon.
Sementara beberapa warganet lain terlihat setuju dengan pendapat Jhon dan mengecam aksi politik dua kaki Johnny. Di sisi lain, politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai Mentan Syahrul dan Menteri LHK Siti Nurbaya tidak layak di-reshuffle karena sudah menunjukkan kinerjanya yang luar biasa.
Tag
Berita Terkait
-
Keahlian Jika Jadi Mentan Dipertanyakan, Rekam Jejak TGB Zainul Majdi Lebih Banyak di Politik Ketimbang Profesional
-
NasDem Koar-Koar Anies Dizalimi, Demokrat Lagi Kena Sentil: Sejak Bergaul sama SBY Jadi Suka Play Victim
-
Bacapresnya Dapat Nama Baptis Yohanes, NasDem DKI: Bukti Anies Tak Pernah Politisasi Agama
-
Perindo Dapat Jatah Menteri dari Presiden Jokowi? Kalau Jadi 2 Partai Ini Bisa Protes Keras Sepertinya
-
Johnny G Plate Bantah Enggartiasto Mundur dari NasDem karena Anies: Dia Cuma Nonaktif, Tetap Jadi Kader
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen