Bergabung dengan PO Haryanto
Pada 2003, ayah Rian, Haji Haryanto mulai merintis perusahaan transportasi yang diberi nama PO Haryanto, dengan modal 5 buah unit bus non AC.
Rian mulai bergabung dengan yahnya itu.Dan padausia19 tahun, ia mulai mengelola operasional perjalanan PO Haryanto di wilayah Timur Jawa.
Ketika itu, ia juga dipercaya menangani bagian operasional, termasuk mengelola sejumlah trayek yang baru dibuka, berikut rute yang dilintasi, jalur agen tiket hingga rekrutmen karyawan.
Rian dipercaya mengelola rute bus di Jawa Bagian Timur, maka sang ayah mengelola di bagian barat.
Karena perusahaan itu masih baru, Rian merasakan bagaimana sulitnya mencari penumpang, hingga ia harus turun langsung menawarkan tiket kepada calon penumpang di terminal.
“Jadi melalui pendekatan persuasif ini kita jadi paham apa yang sebenernya diinginkan serta dibutuhkan para penumpang bus,” ujarnya dalam obrolan di channel Coach Yudi Candra di YouTube dikutip Kamis (30/12/2021).
Kerasnya persaingan perusahaan transportasi
Dalam menjalankan usahanya, PO Haryanto bersaing untuk merebut hati penumpang dengan sejumlah PO bus lainnya yang lebih besar dan sudah terlebih dahulu beroperasi.
Baca Juga: Rian Mahendra Akui Ikhlas Dipecat dari PO Haryanto, Minta Warganet Tak Ikut Campur
Tak sedikit pula PO bus tersebut memiliki jumlah armada yang banyak dan lebih bagus. Sementara armada yang dimiliki PO Haryanto hanya bus bekas dengan kelas non-AC. Karena itulah, menurut Rian, PO Haryanto kerap dicibir sebagai bus kandang ayam.
Selain menghadapi kerasnya persaingan dengan sesama PO bus, Rian juga kerap berhadapan dengan preman terminal. Namun segala hambatan tersebut malah menjadikan mentalnya lebih kuat dan menjadi bekal dalam mengelola bisnis transportasi.
Rian hadapi pasang surut PO Haryanto
Pada 2006, usaha PO Haryanti meredup dan menurun dari biasanya. Dalam kondisi itu Rian tetap komitmen dalam membantu sang ayah.
Hingga akhirnya keadaan perlahan berbalik dan PO Haryanto lebih berkembang pesat di kemudian hari hingga memiliki ratisan armada.
“Saat ini sudah ada 300 unit dan PO Haryanto sudah men-cover trayek ke Madura, Solo, Wonogiri, Jogja, Kudus, Pati, Jepara sampai Bojonegoro dan di jalur-jalur Pantura seperti Pekalongan, Tegal dan Pemalang,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Rian Mahendra Akui Ikhlas Dipecat dari PO Haryanto, Minta Warganet Tak Ikut Campur
-
Kronologi Konflik Keluarga PO Haryanto: Perseteruan Rian Mahendra dan Ayah, Berakhir Hengkang dari Perusahaan
-
Mantan Bos PO Haryanto Rian Mahendra, Tujuh Bulan Nganggur, Kini Jadi Bintang Video Klip
-
Pekerjaan Baru Rian Mahendra Eks Bos Bus PO Haryanto, Bintang Video Klip Nada Sikkah
-
Inilah Sosok Bu Yayuk, Emak-Emak Berdaster yang Viral Sopiri Bus PO Haryanto
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi