Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah berjanji akan mencari penyair sekaligus aktivis Wiji Thukul apabila berhasil menjadi presiden. Namun, hingga kini omongannya belum juga terealisasikan.
Ucapan Jokowi tersebut disampaikan delapan tahun lalu atau tepatnya pada 2014. Kala itu ia tengah sibuk kampanye untuk Pemilihan Presiden 2014.
Jokowi sempat ditanya komitmennya untuk kasus hilangnya Wiji Thukul semisal berhasil menjadi RI 1.
"Pak Jokowi menjadi presiden, mencari Wiji Thukulnya gimana, pak?," tanya seorang pria kepada Jokowi dalam video yang diunggah YouTube Jakartanicus, dikutip Jumat (6/1/2023).
Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak langsung menjawab dengan tegas.
"Ya, dicari, biar jelas," ucapnya.
"Pak Jokowi akan cari?," tanya pria itu lagi.
"Dicari," jawab Jokowi.
"Tapi dicari, pak, ya?," kata pria itu.
Baca Juga: Sipon Istri Aktivis Wiji Thukul Meninggal Dunia
"Dia teman baik saya, mbak Pon (Istri Wiji Thukul) teman baik, anaknya teman baik saya," jawab Kepala Negara.
Namun, jawab Jokowi itu belum terealisasi, bahkan hingga istri Wiji Thukul, Siti Dyah Sujirah alias Mbak Pon tutup usia. Mbak Pon meninggal dunia pada Kamis (5/1/2023).
Kabar Mbak Sipon meninggal dunia disampaikan langsung oleh adik Wiji Thukul, Wahyu Susilo kepada Suara.com.
"Iya. Doakan Mbak Sipon damai di Sisi-Nya ya," kata Wahyu Susilo.
Menurut laporan yang disampaikan ke Kontras, Wiji Thukul hilang sekitar bulan Maret 1998, bertepatan dengan peningkatan operasi represif rezim Orde Baru untuk membersihkan aktivitas politik yang berlawanan dengan Orde Baru. Thukul hilang diduga karena diculik.
Kontras menduga hilangnya Wiji Thukul tidak terlepas dari aktivitas-aktivitas politiknya karena bersamaan dengan hilangnya aktivis yang lain menjelang jatuhnya Orde Baru.
Lembaga non-pemerintah itu juga menuntut pemerintah mencari Wji Thukul dan bertanggungjawab untuk mengungkapkan motif hilangnya Wiji Thukul serta penghilangan aktivis 98 yang lain.
Berita Terkait
-
Obituari Sipon, Istri Penyair Wiji Thukul yang Berjuang Mencari Keberadaan Sang Suami sejak zaman Orde Baru
-
Siapa Mbak Sipon? Nama Asli dan Hubungannya dengan Aktivis Wiji Thukul
-
Profil Sipon: Istri Wiji Thukul, Tak Lelah Tuntut Keadilan Bagi Suami hingga Akhir Hayat
-
Tangis Pecah Sang Kakak Saat Jenazah Istri Wiji Thukul Tiba di Rumah Duka: Kami Bangga, Mereka Pahlawan Rakyat Kecil
-
Detik-detik Meninggalnya Istri Wiji Thukul: Sempat Makan Soto, Cuma Beberapa Suap Lalu Keluhkan Sakit
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku