Suara.com - Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya mengungkap bahwa sebelum Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menyambangi Kantor DPP Partai Golkar bertemu Airlangga Hartarto, ternyata sudah lebih dulu bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Sehari sebelumnya (Surya Paloh ke Golkar) ketemu mas AHY makan siang," kata Willy ditemui di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2023).
Willy mengatakan, dalam pertemuan tersebut AHY banyak menyampaikan berbagai perkembangan politik. Sementara untuk pertemuan Surya Paloh ke Golkar hanya untuk penegasan komitmen soal demokrasi.
"Mas AHY update segala macam. Yang paling penting sebetulbya kunjungan Pak Surya ke Golkar untuk menegaskan komitmen terhadap demokrasi terbuka. Bagaimana dua partai ini sudah melihat ada pihak yang berkepentingan menjadikan demokrasi setback kembali ke abad kegelapan," tuturnya.
Menurut Willy, demokrasi merupakan tanggung jawab bersama yang harus tetap pegang sebagai komitmen.
"Maka kita kemudian bercangcut taliwondo bergandengan tangan bergotong royong. Ini tanggung jawab sejarah kita. Jadi prosesnya membangun komitmen untuk kemudian proses demokrasi kita demokrasi terbuka," imbuh Willy.
Pertemuan
Kunjungan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh ke Kantor DPP Partai Golkar mendapat sambutan hangat dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Dari pertemuan itu munculkan tiga poin, dan Surya Paloh diperlakukan seperti pulang ke rumahnya.
Awalnya usai pertemuan, Airlangga Hartanto menyampaikan, pertemuannya dengan Surya Paloh ini mewakili sebagai sesama partai pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf. Selain itu, Surya hadir ke Kantor Golkar dianggap sebagai senior.
Baca Juga: Pedenya Anies Sebut Komunikasi Tim Kecil Koalisi Perubahan Semakin Teknis Siapkan Pilpres 2024
"Jadi jelas hadir di sini abang saya senior, Pak Surya Paloh, yang juga alumni partai Golkar. Beliau ini 43 tahun di Partai Golkar. Kalau dihitung rata-rata seluruh pengurus di DPP ditambah ketua dewan pakar di rata-rata semuanya lebih kecil dari 43 tahun," kata Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2023).
Menurut Airlangga Hartanto, hal itu lah yang mempermudah komunikasi atau silaturami yang dilakukan NasDem dengan Golkar hari ini. Ia menyebut, dalam pertemuan banyak hal dibahas, namun tak bisa semua diungkap.
Poin pertama dari pertemuan itu, kata Airlangga, kedua partai sama-sama bersepakat untuk bersyukur bisa melewati dinamika yang dihadapi Indonesia. Terlebih dalam suasana penuh ketidakpastian.
Kemudian poin yang kedua, Airlangga menyampaikan, kedua partai sudah sama-sama sepakat sebelumnya yakni sama-sama mendorong agar sistem pemilu 2024 nanti tetap digelar secara proporsional terbuka.
"Ini sudah jelas dalam pertemuan antara Partai Golkar dan Partai Nasdem tidak berarti bahwa Partai Golkar maupun Partai Nasdem adalah salah satu partai yang terkenalnya di publik sudah lebih dari 99%, jadi tentu ini juga menjadi catatan juga," tuturnya.
Kemudian poin terkahir, Airlangga menyampaikan, kunjungan NasDem dipimpin Surya Paloh ini merupakan kunjungan balasan, usai sebelumnya Golkar berkunjung ke NasDem Tower atau Kantor DPP Partai NasDem.
Airlangga Hartanto menyebut, Golkar juga layaknya NasDem sama-sama memiliki kantor yang bagus dan luar biasa. Terlebih kedatangan Surya Paloh ini disambut layaknya sedang pulang ke rumah.
"Saya katakan fungsional kalau biasa dan luar biasa tergantung pada Pak Surya Paloh yang memang seleranya tinggi," tuturnya.
"Kemudian tentu beliau kami sambut homecoming pulang ke rumah dan Partai Golkar partai yang terbuka dan tentu tangan kami terbuka juga dengan partai Nasdem dan Pak Surya Paloh," ucap Airlangga Hartanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng