Suara.com - Seorang Ketua RW wilayah Jakarta Selatan, Hendrawan menyampaikan keluh kesahnya ke Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. Hendrawan mengeluhkan tentang kekosongan Pos Pol Subsektor di kawasan Pesona Indah Jakarta Selatan.
Pos Subsektor tersebut sudah kosong hampir 3 bulan, setiap warga yang ingin membuat laporan, tidak ada petugas yang berjaga. Hendrawan yang 20 tahun menjabat sebagai ketua RW, paham betul sejarah Pos Subsektor tersebut.
Bahkan Hendrawan menjelaskan sebelum menjadi Pos Subsektor, tempat tersebut hanya pos polisi biasa yang hanya ditempati 7 orang dengan seorang komandan berpangkat Iptu.
"Sekarang ditingkatkan dari pospol menjadi subsektor. Komandannya atau Kasubsektornya bisa berpangkat AKP," kata Hendrawan, saat dikonfirmasi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2022).
Pos Subsektor tersebut kosong sejak komandan Pos Subsektor, Iptu Eko pensiun, pos tersebut kosong melompong. Hendrawan mengetahui pos tersebut kosong, lantaran pos Subsektor tersebut bersebelahan dengan Pos RW.
"Tiga bulan lalu, Kasubsektor pensiun dan sudah tidak ada orang. Ditutup," ujar Hendrawan.
Ia berharap kedepan ada anggota Polri yang ditempatkan kembali di pos tersebut. Ia mengatakan, adanya petugas di pos tersebut membuat masyarakat merasa aman dan nyaman.
"Saya mohon kepada pak Kapolda. Terimakasih," pinta Hendrawan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran pun langsung merespon aduan Hendrawan. Dia mengaku akan segera menunjuk anggotanya untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
"Baik terimakasih pak segera saya isi, besok saya isi," jawab Fadil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi
-
Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam