Suara.com - Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, pacar Mario Dandy Satriyo (20), yakni AG (15) akhirnya turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap anak petinggi GP Ansor, David (17). Keputusan ini disampaikan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Hengki Haryadi.
“Ada perubahan dari status AG yang awalnya adalah anak berhadapan dengan hukum, meningkat berubah menjadi pelaku,” kata Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/3/2023), mengutip kanal Youtube KOMPAS TV.
Hengki mengatakan, meski statusnya berubah, AG tidak dapat disebut sebagai tersangka. Hal ini dikarenakan AG masih di bawah umur. Berbeda dengan Mario serta Shane Lukas (19) yang sudah lebih dulu menjadi tersangka atas kasus tersebut. Lantas, apakah nantinya ia akan ditahan?
Nasib AG sebagai Tersangka Anak
Hengki tidak mengatakan apakah AG sebagai tersangka anak akan ditahan. Ia hanya menerangkan bahwa penanganan AG disesuaikan dengan aturan yang tercantum di dalam Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dan UU Peradilan Anak.
"Ada aturan yang memang harus kami taati, yaitu amanat dari undang-undang. Kalau kami tidak melaksanakan, kami salah," katanya.
Dalam konferensi pers, dihadirkan pula Ahli Hukum Pidana Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ahmad Sofyan. Ia menjelaskan bahwa kecil kemungkinan AG akan ditahan. Sebab, AG yang masih di bawah umur dan ada UU Peradilan Anak.
“Sangat kecil kemungkinan AG ditahan karena penahanan pada anak hanya bisa dilakukan dengan tiga alasan,” ujar Sofyan.
Adapun tiga alasan yang dimaksud Sofyan, yakni melarikan diri, kembali melakukan tindak pidana, atau merusak barang bukti (barbuk). Jika tersangka anak melakukan ketiganya, baru lah ia bisa ditahan di penjara.
Baca Juga: Peran AG Pacar Mario Dandy di Kasus Penganiayaan Terhadap David, Polisi Kantongi Bukti
"Kalau dilakukan (penahanan tersangka anak), harus ada tiga alasan objektif. Pertama melarikan diri, kemudian diduga melakukan tindak pidana lagi, kemudian merusak barang bukti," kata Sofyan.
Atas dasar itu, Sofyan menilai bahwa AG tidak bisa ditahan. Sebab, UU Perlindungan anak sendiri secara yuridis menghindari adanya penahanan terhadap anak-anak di bawah umur. Di sisi lain, AG masih memiliki hak khusus, yakni belajar.
"Penahanan anak sebaiknya tidak dilakukan. Undang-undang perlindungan anak secara yuridis menghindari penahanan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum," ujar Sofyan.
“Dia (AG) memiliki kekhususan untuk belajar, bersekolah. Hak tersebut harus difasilitasi oleh negara. Dia harus memperoleh hak-haknya sehingga penahanan tidak mungkin dilakukan,” lanjutnya.
Di sisi lain, perubahan status AG menjadi tersangka lantaran ia terbukti memberikan keterangan palsu. Hal ini diungkap polisi setelah mereka melakukan sejumlah pemerikaan, mulai dari psikologi forensik, saksi, bukti video dan CCTV, serta pesan instan melalui aplikasi WhatsApp.
AG pun dijatuhkan Pasal 76c juncto pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dan atau Pasal 355 ayat 1 juncto Pasal 56 KUHP, subsider Pasal 354 ayat 1 juncto Pasal 56 KUHP, subsider Pasal 353 ayat 2 juncto Pasal 56 KUHP, subsider Pasal 351 ayat 2 juncto Pasal 56 KUHP.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Peran AG Pacar Mario Dandy di Kasus Penganiayaan Terhadap David, Polisi Kantongi Bukti
-
AG Sempat Menyetiri Mobil Rubicon Mario Dandy, Padahal Usianya Baru 15 Tahun
-
Sebelum Jadi Tersangka, Shane Lukas Sempat Perkenalkan Diri ke Paman Sebagai Teman David
-
Membedah Pasal yang Menjerat AG Pacar Mario Dandy, Dipenjara atau Tidak?
-
Dibongkar KPK! Pekerjaan Ahmad Saefudin Pemilik Rubicon Mario Dandy Ternyata Cuma Cleaning Service
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno