Suara.com - Beredar kabar Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini telah mengangkat mantan narapidana kasus korupsi menjadi staf khusus atau stafsus.
Dalam kabar itu, Risma bahkan disebut mengaku keputusannya mengangkat eks koruptor menjadi stafus atas perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Narasi terkait Risma itu sendiri dibagikan oleh akun YouTube bernama Fakta Politik pada Rabu, 15 Maret 2023. Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut sedikitnya telah disaksikan 746 kali.
Adapun judul dan sampul video thumbnail yang dibagikan seolah menarasikan Risma telah mengangkat eks koruptor menjadi stafsus Mensos atas perintah Megawati.
Narasi yang ditulis dalam judul video sendiri sebagai berikut:
"RISMA & MEGAWATI SUDAH STRESS!! SUDAH TAHU EKS KORUPTOR MASIH DIJADIKAN STAFSUS."
Sedangkan narasi dalam thumbnail berikut ini:
"RISMA TAK BERANI MEMBANTAH TERNYATA ATAS PERINTAH MADAM MEGAWATI."
Lantas benarkah klaim tersebut?
Baca Juga: CEK FAKTA: Mario Dandy Alami Depresi? Simak Penjelasannya
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, narasi Risma diperintahkan Megawati untuk mengangkat eks koruptor menjadi stafsus Menteri Sosial adalah tidak benar.
Faktanya, isi video saat dicek kebenarannya sama sekali tidak membahas tentang perintah Megawati kepada Risma untuk menjadikan mantan napi kasus korupsi sebagai stafsus.
Namun, isi video justru berisi pendapat pengamat politik Rocky Gerung tentang beredarnya isu Risma mengangkat mantan Bupati Purbalingga Tasdi, mantan napi koruptor, sebagai stafsus.
Tanggapan dari Rocky Gerung sendiri mengutip dari artikel berjudul "Angkat Koruptor Jadi Staf Khusus, Mensos Risma Langsung Babak Belur Dikritik Rocky Gerung: Ibu Mensos Miskin Akal!", yang dipublikasikan oleh Populis.id pada 14 Maret 2023.
Selain itu, kabar pengangkatan Tasdi sebagai stafsus juga telah dibantah langsung oleh Risma. Mantan Wali Kota Surabaya ini menegaskan bahwa hingga saat ini, hanya ada lima stafsus yang bekerja di kementeriannya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Mario Dandy Alami Depresi? Simak Penjelasannya
-
CEK FAKTA: Terseret Kasus Penipuan, Detik-detik Fuji Jadi Tersangka, Tangis Maia Pecah!
-
Cek Fakta: Reino Barack Hamili Kakak Iparnya
-
CEK FAKTA: Bapak Kapolri Seret Paksa Teddy Minahasa karena Tak Sopan di Persidangan, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Kondisi Ferdy Sambo Terkini Sangat Mengenaskan usai Dihajar Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka