Aksi sadis serial killer atau pembunuhan berantai yang didalangi Slamet Tohari (45) di Banjarnegara, Jawa Tengah kini tengah menjadi perbincangan dan juga sorotan dari masyarakat. Hilangnya PO (53) seorang warga asal Sukabumi, Jawa Barat menjadi kunci terbongkarnya aksi sadis serial killer dari Mbah Slamet tersebut.
PO ditemukan tewas pada Sabtu (1/4/2023) di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Jenazah PO ditemukan di kubur di pinggiran hutan.
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto menyebut bahwa PO sempat bertemu dengan Mbah Slamet Tohari bersama dengan anaknya GE. Keduanya datang ke Banjarnegara pada bulan Juli 2022 lalu. Kemudian, pada 20 Maret 2023, PO mendatangi Mbah Slamet untuk menagih penggandaan uang yang dijanjikan, ia datang seorang diri.
Lalu, dua hari berselang tepatnya pada 23 Maret 2023 korban sempat mengirimkan pesan kepada putranya. Dalam pesan tersebut korban mengatakan bahwa ia tengah berada di rumah pelaku. Korban juga meminta kepada anaknya tersebut untuk mencarinya bersama dengan aparat kepolisian apabila ia sudah tak bisa lagi dihubungi.
Dari adanya pesan yang disampaikan oleh korban tersebut, GE anak korban kemudian bergegas melapor kepada Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023. Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas pun berhasil menangkap pelaku yakni Slamet Tohari atau Mbah Slamet.
Ditemukan 12 Korban
Tidak hanya PO, disebutkan bahwa ada 11 korban yang ditemukan di kebun milik pelaku. Dugaan kuat bahwa mereka diduga merupakan korban penipuan dan pembunuhan dukun penggandaan uang Mbah Slamet.
Dari total tersebut, sebanyak sembilan korban kini telah dimakamkan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (4/4/2023) sore.
Berdasarkan keterangan dari Kanit 3 Polres Banjarnegara Iptu Imam Sanyoto, disebutkan bahwa ke sembilan korban yang dimakamkan tersebut masih belum teridentifikasi, pihaknya hanya bisa mengidentifikasi jenis kelaminnya saja. Hasil dari identifikasi tersebut yakni enam jenazah laki-laki dan tiga jenazah perempuan.
Satu jenazah lain yang bisa diidentifikasi atas nama Paryanto atau merupakan korban terbaru yang menjadi kunci terbongkarnya kasus Mbah Slamet ini telah dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan di Sukabumi.
Sebagian besar jenazah tersebut sudah tidak bisa lagi dikenali karena sebagian hanya tersisa tulang belulang saja jadi sangat sulit untuk dilakukan identifikasi pada masing-masing korban yang ditemukan di kebun milik pelaku tersebut.
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa jenazah tersebut dimakamkan di lokasi dengan alasan paling dekat dengan lokasi kejadian ditemukannya jenazah-jenazah korban tersebut.
Kini, pihak kepolisian menemukan satu korban lagi sehingga jika ditotal, jumlah korban pembunuhan berantai mbah Slamet ini mencapai 12 orang.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Dimakamkan Hari Ini, Sembilan Jenazah Berada di Satu TPU yang Sama
-
Dukun Penggandaan Uang dan Serial Killer, Ini Deretan Kasus yang Sempat Heboh di Indonesia!
-
Ragam Kelakuan Sadis Mbah Slamet: Tipu Daya Korban Berawal dari Pasang Iklan di Facebook
-
Istri Ungkap Perilaku Mbah Slamet, Dukun Pengganda Uang Sekaligus Pembunuh Berantai di Banjarnegara
-
Mbah Slamet, dari Janji Menggandakan Uang sampai Lakukan Pembunuhan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali