Suara Tasikmalaya - Ramai diberitakan seorang dukun bernama Mbah Slamet yang disinyalir mampu menggandakan uang di Banjarnegara, Jawa Tengah, ditangkap pihak kepolisian terkait dugaan kasus pembunuhan yang menjeratnya. Dukun tersebut dipercaya secara sakti bisa menggandakan uang para korbannya.
Bahkan, warga setempat ada yang percaya, sehingga merelakan hartanya untuk digandakan. Namun, penggandaan uang ini hanyalah modus si dukun agar bisa memeras korbannya.
Selain melakukan pemerasan, ia juga diduga dengan tega membunuh para korbannya yang sebelumnya diiming-imingi bisa menggandakan uang secara gaib, bahkan mengubur jasad para korbannya tersebut dalam satu lubang yang sama.
Melansir Suara.com pada Selasa, (4/4/2023), berikut beberapa fakta kasus pemerasan dan pembunuhan sadis oleh Mba Slamet yang diungkap kepolisian.
1. Laporan dari anak korban yang sudah mengetahui kejanggalan
Kasus pembunuhan ini awalnya diketahui dari laporan salah satu anak korban pembunuhan Mbah Slamet. GE melaporkan ke Polres Banjarnegara bahwa adanya tindakan penggandaan uang yang melibatkan sang ayah, PO.
GE mengaku sang ayah sudah memberikan tanda-tanda sebelum meninggalkannya dan diketahui menemui Mbah Slamet. PO meminta kepada GE jika dirinya tidak bisa dihubungi hingga Minggu, (26/03/2023) lalu, ia meminta agar GE segera melaporkan hal ini ke aparat kepolisian.
2. Mayat korban ditemukan, Mbah Slamet ditangkap
Penyelidikan pun dilakukan oleh pihak Polres Banjarnegara. Hasilnya, mayat PO ditemukan tewas di daerah Wanayasa pada Sabtu, (01/04/2023) lalu. Usai menemukan mayat korban, pihak Polres Banjarnegara pun memburu Mbah Slamet. Ia pun berhasil ditangkap di Desa Balun, Banjarnegara setelah sempat melarikan diri pada Minggu, (02/04/2023). Lahan perbukitan miliknya di wilayah tersebut ternyata dijadikannya sebagai tempat pembantaian.
Baca Juga: GOOD NEWS! Peru Batal, Indonesia Berpeluang Gantikan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U17
3. Sepuluh korban ditemukan pihak kepolisian
Tak hanya PO, korban pembunuhan yang dilakukan Mbah Slamet sendiri ternyata berjumlah sepuluh orang. Mayat para korbannya dikubur oleh Mbah Slamet di lahan miliknya.
Bahkan, dari hasil investigasi yang dilakukan polisi ditemukan fakta baru bahwa ada beberapa mayat yang dikubur di lubang yang sama.
"Hari ini kami kembali melakukan penggalian di lokasi yang sama dengan lokasi kemarin. Di lahan milik pelaku ST," ungkap Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (03/04/2023) kemarin.
4. Merasa kesal karena ditagih janji
Hasil investigasi kepolisian, Mbah Slamet mengaku bahwa dirinya tega meracuni korban PO dengan larutan potasium sianida, karena merasa kesal korban selalu menagih janjinya yang mengaku bisa menggandakan uang.
Hal ini membuat Mbah Slamet akhirnya gelap mata dan sengaja meracuni PO hingga tewas. Mayat PO dikuburkannya di wilayah Wanayasa sebelum akhirnya ditemukan oleh polisi.
5. Promosikan janji gandakan uang di Facebook
Dalam melancarkan aksinya, Mbah Slamet dibantu oleh rekannya berinisial BS yang bertugas mempromosikan janji "penggandaan uang" yang bisa dilakukan oleh Mbah Slamet di Facebook. Tak ayal, promosi ini pun dilihat banyak orang dan beberapa dari korbannya pun mengetahui modus ini dari Facebook. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan