/
Selasa, 04 April 2023 | 17:34 WIB
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto bertanya kepada tersangka TH alias Mbah Slamet terkait kronologi pembunuhan berencana, Senin (3/4/2023). ([ANTARA])

Kasus penemuan 10 mayat korban pembunuhan berantai Tohari alias Mbah Slamet di Banjarnegara, Jawa Tengah, tak hanya menggemparkan warga sekitar. 

Namun juga istri dukun pengganda uang tersebut, Saneh. Ia mengaku kaget dengan aksi yang dilakukan suaminya tersebut. 

Saneh tidak mengetahui sama sekali perilaku keji yang dilakukan Mbah Slamet. Terlebih sudah setahun ia berpisah dengan pelaku.

"Saya kaget. Pernah juga didatangi anak dari salah satu korban. Mereka mencari ayahnya yang sudah lama tidak pulang setelah pamit ke rumah Slamet," kata Saneh, Selasa (4/4/2023).

Saneh mengaku tidak begitu tahu apa yang dikerjakan Mbah Slamet. Yang ia tahu, Slamet Tohari sering berperilaku kasar.

Kepada polisi Mbah Slamet mengaku telah melakukan praktek dukun pengganda uang sejak lima tahun terakhir.

Ia mempromokan di Facebook untuk gaet para korban. Para korban dimintai uang kisaran puluhan juta lalu dijanjikan bisa digandakan menjadi Rp 5 miliar.

Sementara uang para korban berdasar pengakuan Mbah Slamet kepada polisi, dipakainya untuk bayar utang.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya ada 10 mayat yang telah berhasil dievakuasi setelah menjadi korban aksi serial killer (pembunuhan berantai) Mbah Slamet. Mayat-mayat itu dikubur di sebuah kebun di Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Baca Juga: Awal Mula Serial Killer Mbah Slamet Terbongkar, Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara

Kasatreskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama mengatakan pihaknya kembali melakukan penggalian di sekitar lokasi penemuan korban pertama yang ditemukan terkubur di lahan milik pelaku pada hari Sabtu (1/4/2023).

"Namun kami belum bisa pastikan jumlahnya (jumlah mayat yang dievakuasi, red.)," katanya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sukarelawan, sebanyak 10 mayat berhasil dievakuasi dalam penggalian tanah yang dilakukan pada hari Senin (3/4/2023). Beberapa diantaranya terkubur dalam satu lubang.

Setelah dievakuasi dari lokasi penguburan, mayat-mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Hj Lasmanah Banjarnegara untuk dilakukan identifikasi.

Saat menggelar konferensi pers di Mapolres Banjarnegara, Senin (3/4) pagi, Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan kasus serial killer Mbah Slamet terungkap berkat laporan GE, anak salah seorang korban berinisial PO (53), warga Sukabumi, Jawa Barat, pada tanggal 27 Maret 2023.

Laporan tersebut didasari atas pesan yang dikirimkan korban melalui WhatsApp kepada anaknya yang lain, yakni SL adik dari GE pada tanggal 24 Maret yang mengabarkan jika korban sedang di rumah Mbah Slamet.

Load More