Suara.com - Menjadi salah satu sajian ‘wajib’ di meja tamu atau meja keluarga ketika momen lebaran, biskuit kaleng Khong Guan tidak perlu dipertanyakan lagi popularitasnya. Namun demikian, tahukah Anda sebenarnya Khong Guan milik siapa?
Mungkin tidak sedikit dari Anda yang menduga bahwa merk ini adalah merk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Namun sebaliknya, Khong Guan adalah merk yang dimiliki oleh keluarga konglomerat yang dikenal memiliki bisnis yang luas di Indonesia.
Khong Guan Milik Siapa?
Dilansir dari Forbes, Khong Guan di Indonesia dimiliki oleh keluarga Hartono Kweefanus. Nama keluarga ini jelas tak asing di dunia bisnis dan industri Indonesia, sebab ragam bisnis yang digelutinya tidak sedikit dan memiliki tingkat kesuksesan yang tidak diragukan lagi.
Meski demikian, keluarga Hartono Kweefanus ini sendiri jarang sekali muncul di muka publik atau di pemberitaan. Mungkin hal ini disebabkan keluarga ini memilih menjaga privasi yang dimilikinya, dan fokus di industri dan bisnis.
Masih dikutip dari sumber yang sama, keluarga Hartono menguasai sekitar 23% saham Monde Nissin yang terkait dengan Khong Guan. Masih ditambah dengan Hoediono Kweefanus yang merupakan adiknya, yang memegang saham sebesar 5,3%, dan istri Hoediono yang berasal dari FIlipina, Betty Ang, dengan saham sebesar 18%.
Dilihat dari persentase saham yang dimiliki keluarga tersebut saja, rasanya tak aneh jika keluarga ini menjadi salah satu penguasa di sektor tempat Monde Nissin bermain di kawasan Indonesia dan Filipina.
Cabang Bisnis Lainnya
Selain menjadi pemilik Khong Guan dengan mayoritas saham di korporasi tersebut, Hartono Kweefanus juga tercatat sebagai direktur di Monde M.Y. San Corporation, PT Khong Guan Biscuit Indonesia, KBT International Holdings, Inc., dan Monde Land, Inc.
Baca Juga: Sejarah Khong Guan Jadi Kue Khas Lebaran
Monde Nissin pertama kali membuat pabrik di Indonesia pada tahun 1979, yang didirikan oleh ayah dari Hartono Kweefanus, Hidayat Darmono. Monde meraih kejayaannya di Indonesia dan Filipina, bahkan mie instan milik Nissin, Lucky Mie, menguasai 68% pasar mie instan di Filipina.
Kini Anda tahu bukan siapa pemilik utama dari Khong Guan yang populer di Indonesia sejak lama? Perjalanan biskuit kaleng ini sendiri juga terbilang sudah cukup lama, sehingga dapat melekat dengan budaya kebanyakan orang di Indonesia sebagai sajian di hari besar ketika masyarakat saling berkunjung.
Memang tidak ada hukum yang mewajibkan keberadaan kaleng Khong Guan di meja tamu saat lebaran. Namun absennya kaleng khas berwarna merah ini terasa aneh ketika perayaan besar tiba.
Itu tadi sekilas informasi yang menjawab pertanyaan Khong Guan milik siapa. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Menkeu Purbaya Apresiasi Inovasi UMKM Sawit Binaan BPDP di Magelang
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial