Gubernur Jawa Tengah itu pertama kali menjabat sebagai Ketua KAGAMA pada November 2014, menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Ganjar terpilih sebagai Ketua KAGAMA dari hasil musyawarah mufakat bersama tiga calon ketua lainnya, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono Periode 2009 – 2014.
Lalu Budi Karya Sumadi yang menjabat sebagai Ketua KAGAMA Pengda DKI Jakarta serta Usman Rianse dari Pengda KAGAMA Sulawesi Tenggara.
Tak hanya sekali, Ganjar Pranowo dua kali terpilih sebagai Ketua KAGAMA, yakni pada 2019 untuk masa jabatan hingga 2024. Ia terpilih dalam sidang pleno Musyawarah Nasional KAGAMA ke XIII.
Siapa yang lebih popular?
Menanggapi sepak terjang Anies dan Ganjar yang merupakan lulusan UGM, Akademisi UGM Nyarwi Ahmad angkat suara.
Menurut dia,jika membandingkan dua sosok tersebut, maka Ganjar Pranowo jauh lebih populer di kalangan almamaternya dibanding Anies.
"Kalau yang lebih banyak berinteraksi yah, mungkin bisa karena bisa momentum atau peluang juga. Warna UGM yang paling dominan atau dilabelkan pada Ganjar," ungkap Nyarwi melalui gelar wicara di kanal Youtube Total Politik pada, Minggu (18/6/2023).
Menurut dia, popularitas Ganjar terbangun karena dirinya seringkali berkontribusi dan berinteraksi dalam acara-acara yang diselenggarakan UGM.
Selain itu, politikus PDI Perjuangan itu juga dikenal dekat dengan sejumlah tokoh penting UGM termasuk dari kalangan alumninya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Survei Menyatakan Elektabilitas Ganjar di Bawah Anies, Eko Widodo: Rakyat Sudah Cerdas Ogah Pilih Capres Boneka!!
-
Pilpres 2024, Pengamat Sebut Warga Sumbar Rasional Pilih Calon Presiden
-
Soroti Keputusan Dewas KPK Soal Laporan Pemecatan Endar, Pukat UGM: Sejak Awal Tak Bisa Diharapkan
-
Ada Tiga Lawan Sesungguhnya Bagi Anies Baswedan Menuju Pilpres 2024
-
CEK FAKTA: Anies Baswedan Bakal Out Pilpres 2024 Akibat Partai Demokrat Cabut dari Koalisi?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT