Pegiat media sosial Eko Widodo menyoroti hasil survei Indonesia Political Opinion periode Juni 2023 yang menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo berada di bawah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Eko menyebut bahwa rakyat sudah sudah cerdas, sehingga tidak ingin memilih calon presiden (capres) yang bisa diatur-atur bak boneka.
"Ganjar surveinya terjun bebas tersungkur di bawah Anies, rakyat sudah cerdas ogah pilih capres boneka!!," ungkap Eko Widodo dikutip dari akun Twitter pribadi miliknya @ekowboy2, Senin (19/6/2023).
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion periode Juni 2023 menunjukkan Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dibanding bakal calon presiden lainnya yakni Anies dan Ganjar.
Bahkan, dalam semua jenis simulasi survei yang dilakukan, Prabowo selalu berada di urutan teratas. Diikuti Anies Baswedan di posisi kedua, dan Ganjar Pranowo di urutan ketiga.
Dalam skema pilihan 40 nama semi terbuka, Prabowo unggul dengan elektabilitas 27,3 persen sementara Anies 24,6 persen dan Ganjar 16,2 persen.
Pada skema 20 nama tertutup, elektabilitas Prabowo tetap unggul yakni 28,5 persen disusul Anies 24,9 persen, sementara Ganjar hanya 18,6 persen.
Selanjutnya pada skema pilihan 10 nama tertutup, elektabilitas Menteri Pertahanan itu mencapai 32,5 persen, diikuti Anies 25,8 persen dan Ganjar 21 persen.
Masuk ke skema pilihan 5 nama tertutup, Prabowo kembali unggul dengan elektabilitas mencapai 34,9 persen, sementara itu, Anies 25,9 persen dan Ganjar 24,1 persen.
Baca Juga: Pilpres 2024, Pengamat Sebut Warga Sumbar Rasional Pilih Calon Presiden
Kemudian dalam skema pilihan tiga nama tertutup, Prabowo tetap unggul yakni 37,2 persen, disusul Anies dengan 31,5 persen, dan Ganjar dengan 26,8 persen.
Berita Terkait
-
Megawati Disebut Tak Akan Restui AHY Jadi Cawapres Ganjar Pranowo: PDIP Sudah Mempersiapkan Puan
-
Demokrat Harap Anies dan Puan Bertemu di Tanah Suci, NasDem: Biar Mengalir Saja
-
Sebut Pertemuan Puan dan AHY Ancaman untuk Koalisi, Denny Siregar: Ganjar Pranowo Sekarang adalah Pilihan Terbaik
-
NasDem Minta Ibadah Haji Anies Tak Dikaitkan dengan Politik, Sindir Demokrat?
-
PPP Sodorkan Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar, PDIP: Nanti Dilihat Elektoralnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026