Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menyampaikan, jika dalam menentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akan melibatkan Presiden RI Jokowi.
Ia menyampaikan, jika ke dua ketum partai tersebut merupakan sahabat dari Jokowi, terlebih juga Gerindra dan PKB masih ada dalam koalisi pemerintahan.
"Saya pikir gini pak Prabowo dan pak Muhaimin adalah sahabat dari pak Presiden tentu mereka juga ada dalam koalisi yang incumbent saat ini," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Menurutnya, dengan segala macam capaian yang ada, maka hal yang wajar jika Prabowo-Cak Imin akan meminta pendapat soal pasangan capres-cawapres ke Jokowi.
"Saat ini setelah memiliki banyak capaian tentu untuk hal yang sestrategis ini mereka berdiskusi dan meminta pendapat dari pak Jokowi selaku presiden wajar dong namanya bestie, kita saling minta pendapat ya," tuturnya.
Lebih lanjut, saat ditanya soal kapan akan ditentukannya dan diumumkannya pasangan capres-cawapres dari KKIR, Habiburokhman menjawab bahwa hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kami sudah memandatkan penentuan cawapres KKIR ini ada di pak Prabowo dan Gus Muhaimin," ujarnya.
"Insyaallah dalam waktu segera, sebelum Oktober," sambungnya.
Terserah Maunya Prabowo-Cak Imin
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai tidak perlu ada tenggat waktu atau deadline dalam penentuan capres dan cawapres di KKIR antara Gerindra dan PKB.
Menurut Dasco, penentuan pasangan calon sudah diserahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin selaku ketua umum masing-masing partai.
Karena itu, penentuan pasangan calon terserah kepada Prabowo dan Cak Imin.
"Sebenarnya enggak perlu ada deadline karena keputusan untuk menentukan itu, kapan waktunya kesepakatan daripada kedua beliau-beliau itu. Tinggal Pak Prabowo dan Muhaimin aja itu," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2023).
Berita Terkait
-
Bantah Jokowi Bangun Dinasti Politik, Djarot PDIP: Mas Bobby dan Mas Gibran Melalui Proses, Gak Ujug-ujug Gitu
-
Gantikan Desmond Mahesa Jadi Pimpinan Komisi III DPR RI, Habiburokhman Gerindra: Ini Tugas Yang Berat
-
Masih Sepi Investor, Jokowi 'Jualan' IKN di Australia
-
Jokowi Undang Investor Australia Berinvestasi di Sektor Prioritas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
Pelantikan Februari, Satu Nama Kuat Calon Wamenkeu Sudah 'Sowan' ke Purbaya
-
Pesan Tegas Komisi III DPR: Keadilan di Atas Kepastian Hukum, Kasus Hogi Minaya Wajib Dihentikan
-
Sudah Temui Sudrajat Pedagang Es Jadul, Komandan Kodim: Masalah Selesai Secara Kekeluargaan
-
Akui Salah Terapkan Pasal di Kasus Hogi Hinaya, Kapolresta Sleman Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia
-
Buruh Jakarta Masih Ngotot Tolak Gaji Rp5,7 Juta, Pramono Anung: Urusan UMP Sudah Selesai!
-
KPK Periksa Seorang Pegawai BUMN dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Ada Demo di Depan Kantor Wapres Kebon Sirih, Massa Aksi: Ijazahmu Mana?
-
Satpol PP DKI Bakal Gelar Operasi Senyap Sasar Peredaran Tramadol di Jakarta
-
Berawal dari Teguran, Warga Cengkareng Justru Jadi Korban Keganasan Pencuri Kabel
-
Anggota Komisi III DPR 'Semprot' Kapolres Sleman: Kalau Saya Kapolda, Anda Sudah Saya Berhentikan