Suara.com - Mayat seorang pria yang diduga bernama Sumiran (57), ditemukan dalam kondisi terbungkus karpet di sekitar tol kawasan Ngawi. Pembunuhan itu dilakukan oleh dua pemuda berinisial JRP (21) dan AAF (16) di sebuah rumah kontrakan di Ponorogo pada Jumat (23/6/2023).
Kasus itu terungkap usai warga menemukan bercak darah di rumah kontrakan tersebut. Sementara kedua penghuninya menghilang. Lalu, hal ini dihubungkan dengan penemuan mayat di Ngawi. Diketahui, korban adalah purnawirawan TNI. Berikut kelima fakta selengkapnya.
1. Korban Purnawirawan TNI
Mayat pria yang ditemukan terbungkus karpet itu merupakan seorang purnawirawan TNI. Hal tersebut diketahui usai seorang wanita bernama Suciani, meyakini mayat ini adalah suaminya. Ia bahkan sudah membawanya untuk dimakamkan.
Suciani mengklaim mayat itu sebagai suaminya berdasarkan beberapa ciri yang dikenali. Mulai dari struktur gigi, bekas luka di kaki, hingga tinggi badan 165 cm. Ia amat yakin bahwa mayat tersebut adalah sang suami yang bernama Sumiran, pensiunan TNI.
Ia juga sempat melapor ke polisi bahwa suaminya hilang sejak 25 Juni. Sementara jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga yang meyakini itu adalah salah satu anggotanya. Lalu, kasus pembunuhan ini pun telah dilimpahkan ke Polres Ponorogo.
2. Pelaku Cekik Korban hingga Membungkusnya dengan Karpet
Korban meninggal setelah dicekik dan dipukul menggunakan batu. Kedua pelaku kemudian membungkusnya dengan karpet dan membawa jasad korban memakai mobil Honda Jazz. Adapun hal ini disampaikan oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Wimboko.
Para pelaku mengarahkan mobil milik korban ke arah tol dan begitu melintas di jalan Tol Ngawi-Solo KM 557, keduanya membuang mayat di kolong jembatan. Alasan mereka melakukan hal itu yakni untuk menghilangkan jejak. AKBP Wimboko menyebut mereka meyakini tidak akan ketahuan.
3. Mobil Korban Dijual
Usai membuang mayat korban, kedua pelaku kabur ke wilayah Jambi menggunakan mobil korban dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di sana, mereka memutuskan untuk menjual mobil milik korban itu. Kendaraan yang seharusnya bisa laku ratusan juta hanya dijual oleh mereka senilai Rp20 juta.
Kekinian, mobil tersebut sudah berpindah tangan ke orang lain. Setelah berhasil menjual murah mobil milik korban, kedua pelaku membeli motor RX King. Kendaraan roda dua itu saat ini telah disita polisi sebagai barang bukti. Sementara keberadaan mobil milik korban masih dicari.
4. Pelaku Ditangkap di Lokasi Berbeda
Dua pelaku itu berhasil ditangkap pada Selasa (4/7/2023) malam dan kekinian sudah diamankan oleh polisi. Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Mulyono. Ia mengetahuinya dari Polres Ponorogo dan tim Siber Polda Jambi.
Mulyono juga mengatakan bahwa dua pelaku itu ditangkap di lokasi yang berbeda. Pelaku pertama diringkus di Kabupaten Sarolangun, sedangkan yang lainnya di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Saat ini, polisi masih akan terus menyelidiki lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Noven, Kapolres Kembali Panggil Personel Lama dan Bentuk Tim Khusus
-
Cekcok Berujung Maut, Pelaku Pembunuhan Bos Angkringan di Ponorogo Kecewa dengan Korban
-
Pernah Digerebek Kasus Cewek Open BO, Ulah Satrio Simpan Mayat Bayi di Kulkas Bikin Bos Kontrakan Tambah Pusing
-
Sopir Diduga Ngantuk, Mobil Elf Tabrak Truk Tronton di Tol Sragen, 2 Orang Tewas
-
Inkar Janji Pekerjaan Berujung Tragis: Bos Angkringan di Ponorogo Dibunuh dan Jenazahnya Dibuang di Pinggir Tol Ngawi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas