Suara.com - Ratusan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dimintai uang senilai Rp 1-2 juta yang diduga dilakukan oleh Marihot Hutagalung, selaku Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan di Kantor Kelurahan Kelapa Gading Barat. Pemungutuan liar atau pungli tersebut dilakukan setiap tahun, sejak tahun 2022 silam.
Salah seorang petugas PPSU, Maulana (53) mengatakan, anggota yang dimintai uang merupakan anggota PPSU yang mendaftar secara mandiri.
“Yang bawaan lurah enggak. Ada bawaan lurah, ada bawaan staf enggak dimintain,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/7/2023).
Maulana mengaku, Marihot mematok tarif yang berbeda antar petugas PPSU. Untuk petugas yang dianggap kinerjanya kurang bagus, Marihot mematoknya senilai Rp 1,5-2 juta.
“Itu yang nilainya jelek ibarat kata, yang sudah dilingkari sama Kasi, itu (dimintai) Rp 1,5 sampai Rp 2 juta. Yang enggak bermasalah Rp 1 juta,” jelas Maulana.
Alasan uang tersebut, kata Maulana, agar kontrak kerja mereka sebagai PPSU terus diperpanjang. Namun setiap aksi pemalakan itu, Marihot tidak langsung menggunakan rekeningnya.
Para petugas PPSU diminta untuk mentransfer dana tersebut melalui seorang yang ditunjuk sebagai Koordinator Lapangan atau Korlap, yakni Adnan.
“Korlap besar Andan. Itu melalui dia, Kasinya melalui dia. Kemarin, ini ada transfer saya ke Pak Andan,” ungkap Maulana.
Berita Terkait
-
Nyamar Petugas PSSU Tiap Beraksi, Maling Motor Modus COD Dicokok saat Asyik Staycation Bareng Istri di Hotel
-
Kronologi PPSU Jadi Korban Tabrak Lari di Kelapa Gading, Berawal Pelaku Takut Kena Razia Parkir Liar
-
Emak-emak PPSU Jadi Korban Tabrak Lari di Jakut, Rekan Korban: Pelaku Pengemudi Mobil Sempat Dikejar Ojol
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK