Suara.com - Seorang pelajar SMP menabrak dinding beton parkiran masjid hingga menelan korban jiwa. Hal itu terjadi usai ia melakukan freestyle dengan motornya. Adapun korban merupakan bocah SD berusia 8 tahun yang sedang wudhu. Lantas, seperti apa sosok si penabrak?
Pelajar SMP yang dimaksud diketahui berinisial MHA (13). Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang, Iptu Arisman, menyebut, saat peristiwa itu terjadi, penabrak memakai motor Yamaha Mio Sporty bernomor polisi BA 2837 AM.
Masih belum diketahui MHA berasal dari sekolah menengah mana. Hanya saja dilihat dari seragamnya, kemungkinan ia dari sekolah negeri. Meski telah menelan korban jiwa, identitas dan wajahnya tentu tidak akan dipublikasikan, mengingat ia masih di bawah umur.
Dalam rekaman CCTV, MHA datang bersama tiga orang temannya ke Masjid Raya Lubuk Minturun yang berada Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Keempat pelajar SMP itu mengendarai dua motor saat berkunjung pada Senin (18/9/2023) sore.
Di area parkiran, MHA tiba-tiba melakukan freestyle gaya standing. Namun, aksinya itu hilang kendali hingga menabrak dinding pembatas yang terbuat dari beton. Di baliknya, ada tempat wudhu dan saat itu seorang bocah 8 tahun sedang berada di sana.
MHA yang mengetahui aksinya menimbulkan korban jiwa, langsung berjongkok lemas. Dalam rekaman CCTV itu, ia tampak meratapi dan menyesali perbuatannya. Arisman mengatakan kasus ini tengah didalami oleh Unit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Padang.
Belum bisa dipastikan bagaimana penyelesaian kasus tersebut dan apa status MHA sebagai penabrak. Sementara itu, korban sempat dibawa ke RSUP Djamil Padang dan mengalami cedera berat di kepala. Namun, setelahnya, ia dinyatakan meninggal dunia.
Kronologi Kejadian
Video detik-detik tewasnya bocah SD bernama Gian itu diunggah ulang @mazzini_gsp dari akun Viral Ciledug. Awalnya, tampak seorang bocah tengah berwudhu di balik tembok. Tak berselang lama, korban dengan pakaian serba putih pun muncul dan berlari kecil ke tempat wudhu menyusul temannya.
Baca Juga: Kronologi Bocah 8 Tahun Tewas Tertimpa Tembok saat Wudu, Gegara Anak SMP Freestyle Motor
Saat itu, datang sebuah motor matic yang dinaiki oleh dua siswa SMP. Kemudian, ada motor lainnya yang turut ditumpaki dua siswa. Pengemudi motor yang baru datang lalu melakukan freestyle. Namun, aksinya ini malah menabrak dinding masjid hingga roboh.
Naas, dinding itu roboh menimpa tubuh korban yang sedang mengambil wudhu. Bocah bercelana gelap yang belum jauh dari tempat wudhu pun terkejut.
Ia kembali menghampiri Gian dan tampak panik. Ia pun bergegas serta mungkin memberi tahu orang sekitar soal insiden tersebut.
Lalu, tiga orang warga juga terekam menghampiri korban. Semuanya terlihat terkejut dan panik usai melihat korban yang tertimpa reruntuhan tembok majid itu. Sementara itu, salah satu siswa SMP sempat berlari dan sang penabrak terlihat jongkok meratapi akibat aksinya.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang, Iptu Arisman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden yang menewaskan bocah 8 tahun itu terjadi pada Senin (18/9/2023) sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurutnya, motor Yamaha Mio Sporty dengan nomor polisi BA 2837 AM yang dikendarai siswa SMP itu hilang kendali hingga menabrak menabrak beton. Adapun di balik dinding itu ada korban yang sedang mengambil wudhu. Korban pun langsung dibawa ke RSUP Djamil Padang.
Korban mengalami cidera berat di bagian kepala dan kemudian dinyatakan tewas. Arisman menyebut dinding beton itu merupakan pembatasan parkiran di area masjid. Lalu, di baliknya terdapat tempat wudhu yang posisinya berada di bawah.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Kronologi Bocah 8 Tahun Tewas Tertimpa Tembok saat Wudu, Gegara Anak SMP Freestyle Motor
-
Bocah SD Dicabuli Bocah SMP Gara-gara Sering Lihat Film Porno
-
Warung Rusak Gegara Ditabrak Remaja yang Gagal Freestyle Motor di Makassar, Publik Auto Geram
-
Tidak Punya Uang untuk Beli Vape, 5 Pelajar SMP di Pringsewu Nekat Bobol Toko Rokok Elektrik
-
Ternyata Berkebutuhan Khusus, Fakta-fakta Bocah SD Gantung Diri di Bali
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya