Biodata Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi:
- Nama: Fachrul Razi
- Tempat, tanggal lahir: Kutaradja, Aceh, 26 Juli 1947
- Istri: Tak diketahui
- Anak: Tak diketahui
- Almamater: AKABRI (1970)
Mayor Jenderal TNI (Purn) Hartomo
Ada sosok Mayor Jenderal TNI (Purn) Hartomo yang ikut bertamu ke kediaman Cak Imin.
Hartomo merupakan eks Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat.
Karier Hartomo sempat diselimuti kontroversi saat ia terbukti terlibat memberikan instruksi pembunuhan terhadap Theys Eluay. Theys merupakan pimpinan dewan adat Papua yang ditemukan tewas pada tahun 2001.
Biodata Mayor Jenderal TNI (Purn) Hartomo:
- Nama: Hartomo
- Tanggal lahir: Januari 1963
- Istri: Tak diketahui
- Anak: Tak diketahui
- Almamater: Akademi Militer (1987)
Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko
Sosok eks Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko juga ikut rombongan tamu ke rumah Cak Imin.
Ia sempat menduduki sebagai asisten operasi Kasdam IM di awal pembentukan Kodam Iskandar Muda, 2002. Soenarko juga merupakan sosok familier di kancah perpolitikan di Aceh, lantaran merupakan seorang kader Partai Nanggroe Aceh ternama.
Baca Juga: Pemprov DKI Anggarkan Puluhan Miliar Bangun Taman, PSI Setuju: Lebih Murah dari Zaman Anies
Biodata Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko:
- Nama: Soenarko
- Tempat, tanggal lahir: Medan, Sumatra Utara, 1 Desember 1953
- Istri: Tak diketahui
- Anak: Tak diketahui
- Alma mater: Akademi Militer (1978)
Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus
Mereka yang datang ke rumah Cak Imin bukan seluruhnya dari TNI AD.
Sebab, ada sosok Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus, eks perwira TNI AU.
Peraih Adhi Makayasa ini sempat menjabat posisi prestisius di TNI AU yakni Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I.
Biodata Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus:
- Nama: Muhammad Syaugi Alaydrus
- Tempat, tanggal lahir: Malang, Jawa Timur, 10 Desember 1960
- Istri: Tak diketahui
- Anak: Tak diketahui
- Almamater: Akademi Angkatan Udara (1984)
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Anggarkan Puluhan Miliar Bangun Taman, PSI Setuju: Lebih Murah dari Zaman Anies
-
Biodata dan Profil Zulfan Lindan, Ragukan Anies Baswedan Lolos Pendaftaran Capres
-
Apa Koleksi Mobil Muhaimin Iskandar? Berani Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024
-
Najwa Shihab Tolak Jadi Timses Capres 2024, Harta Kekayaannya Capai Segini
-
Beda Respons 3 Bacapres Dicecar Najwa Shihab: Ganjar sampai Dituding Narsis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar