Keempat, Kaesang ingin PSI berpolitik dengan gembira. Move on dari pesimisme, dari cara-cara berpolitik lama dan cara-cara politik memecah belah yang gemar memfitnah serta hoaks.
"Baru saja saya menerima KTA PSI saya langsung diserang, dihujat, dihina. Saya sih biasa saja. Dosisnya masih rendah dibanding yang pernah dituduh PKI, antek Cina, anti Islam, plonga-plongo, ijazah palsu. Tapi yang aneh dan yang saya bingung, istri tercinta saya kok malah ikut diserang. Serang saya saja, jangan istri saya. Wong dia gak ikut-ikutan kecuali memberi restu dan dukungan buat saya," tutur Kaesang.
Kelima, Kaesang bicara soal siapa sosok capres yang bakal didukung PSI. Soal ini, Kaesang masih irit bicara. Ia mengatakan masih akan mendengar langsung dan merasakan denyut nadi akar rumput.
"Sek... sek.. wait and see... Beri saya waktu untuk mendengar langsung...," kata Kaesang.
Keenam, Kaesang bicara soal target PSI di 2024. Targetnya adalah PSI bisa lolos parliamentary theshold 4 persen. Sehingga, ada Fraksi PSI di Senayan 2024 mendatang.
Soal siapa pemilih PSI, Kaesang menyebut para nasionalis muda atau nasionalis berjiwa muda. Karenanya, ia mengajak pendukung Jokowi yang belum berafiliasi ke partai tertentu untuk ikut memilih PSI.
Dinilai Mengagetkan Dan Irasional
Di sisi lain, pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai jika putra bungsu Presiden RI Jokowi yakni Kaesang Pangarep tak layak memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kaesang masih dianggap minim prestasi.
Hal itu disampaikan Jamiluddin menanggapi agenda Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Djakarta Theatre pada Senin (25/9/2023) akan membahas kemungkinan Kaesang Pangarep menjadi ketua umum.
Baca Juga: Kaesang Ketum PSI, Jadi Warna Dan Kekuatan Baru Politik Nasional
"Wakil Ketua Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, sejak Kaesang Pangarep bergabung ke PSI, muncul aspirasi dari DPW dan DPD agar putra Presiden Joko Widodo itu menjadi Ketua Umum DPP PSI. Aspirasi DPW dan DPD PSI itu tentu mengagetkan dan irasional," kata Jamiluddin saat dihubungi Suara.com, Senin (25/9/2023).
Menurutnya, Kaesang belum terdengar prestasinya. Terlebih, karirnya di dunia bisnis juga tidak moncer.
"Semakin irasional, karena Kaesang sosok yang sama sekali belum punya pengalaman di dunia politik. Kaesang ibarat politisi karbitan yang sangat belum layak menjadi ketum," tuturnya.
Lebih lanjut, kalau pun nanti Kaesang benar-benar terpilih menjadi ketua umum PSI, maka sistem kaderisasi partainya harus dipertanyakan.
"Partai ini terkesan belum punya sistem karier berjenjang untuk setiap kader. Siapa saja bisa loncat jadi pimpinan selama itu dikehendaki," ujarnya.
"Partai seperti itu jelas belum dikelola dengan manajemen modern. Karena itu, kalau Kaesang nantinya jadi ketum PSI bukan karena kapasitasnya tapi karena partai itu memang dikelola tanpa manajemen yang jelas," sambungnya.
Berita Terkait
-
Elite PSI Bocorkan Makna Dibalik Baju Kotak-kotak yang Dipakai Kaesang Pangarep
-
Kaesang Ketum PSI, Jadi Warna Dan Kekuatan Baru Politik Nasional
-
Ada Sosok Jokowi, Kaesang Diyakini Bakal Ubah Konstelasi Politik Usai Jadi Ketum PSI
-
Cak Imin Intip Peluang Ajak PSI Gabung Koalisi Perubahan Usai Kaesang Jadi Ketum
-
Pakai Simbol Kemeja Kotak-kotak, Kaesang Ajak Relawan Jokowi Gabung PSI
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota
-
Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat