Suara.com - Wacana kebijakan ganjil genap untuk sepeda motor yang digaungkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai pro dan kontra. Alih-alih dapat menekan angka polusi yang ada di wilayah DKI Jakarta, wacana kebijakan itu justru malah disambut sinis oleh sebagian warga Jakarta.
Salah seorang warga, Ilham (28) mengatakan jika kebijakan tersebut bakal diberlakukan, maka bakal sangat merepotkan. Pasalnya populasi kendaraan roda dua di Jakarta sangatlah berlimpah.
“Gage motor tuh ribet, motor tuh susah. Susah nilang bedain platnya, dan sebagainya,” kata Ilham saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).
Ilham sependapat, jika motor merupakan penyumbang polusi terbesar di ibu kota. Mengingat populasinya yang begitu banyak. Namun, tak bisa dipungkiri jika pengguna sepeda motor mayoritas masyarakat yang rumahnya tidak terjangkau transportasi umum.
“Kaya orang tinggal di Bogor, dia memang pakai kereta. Tapi dari rumah ke stasiun kan juga pakai motor,” ucap Ilham.
“Kayak saya tinggal di Pamulang, mana ada tranportasi umum sampai sana. Kalau MRT sampai sana, mungkin saya bakal pakai MRT,” tambahnya.
Ilham yang berprofesi sebagai Jurnalis, menambahkan jika transportasi umum hanya cocok untuk pekerja yang memiliki jam kerja dan lokasi yang terjangkau.
“Kalau saya kan harus muter-muter, dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tanpa batasan jam,” jelasnya.
Saat ini, ia mengaku sedang menabung uang untuk membeli motor listrik. Tidak menutup kemungkinan, ke depan dirinya bakal menjadi pengguna sepeda motor listrik.
Baca Juga: Shell Kembali Dukung Tim Ducati di MotoGP 2023 Mandalika
Pemilihan motor listrik sendiri, kata Ilham, karena fasilitas untuk motor listrik di Jakarta sudah cukup memadai.
“Selama masih tinggal di Jakarta fasilitas untuk motor listrik memadai. Kayak charger sama tuker batrai kan di mini market aja sekarang udah bisa buat tuker batrai. Kalau kebeli pasti gue pake, ya selang-seling lah,” tuturnya.
Senada dengan Ilham, Ari (32) pengemudi ojek online menyatakan tidak setuju jika ganjil genap untuk motor diberlakukan. Ia yang hanya memiliki satu motor, pasti bakal kesulitan jika kebijakan tersebut diberlakukan.
“Saya cuma punya satu motor, kalau ada ganjil genap pasti susah. Kalau gak narik, keluarga gak bisa makan,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek