Suara.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menanggapi hasil survei yang menunjukkan partainya masih mendapatkan elektabilitas sebesar 0,9 persen.
Menurut dia, PSI masih akan bekerja keras untuk mendulang suara di seluruh wilayah di Indonesia.
"Kami tetap kerja keras, lihat saja di Pemilu 2024," kata Kaesang ditemui awak media di kawasan Latuharhary, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023).
Meski begitu, dia menyebut saat ini banyak orang bergabung atau log in di partainya jelang Pemilu 2024.
"Alhamdulillah sudah banyak sekali yang masuk ke kami sekarang," ujar putra bungau Presiden Joko Widodo.
Diketahui, hasil survei Charta Politica menunjukkan elektabilitas PSI masih berada di angka 0,9 persen.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengomentari elektabilitas PSI yang dinilai masih rendah tersebut.
"Ada PSI yang walau pun balihonya banyak mengalahkan partai-partai besar lain dan sudah punya ketum seorang anak presiden, angkanya masih di 0,9 persen," kata Yunarto.
Sekadar informasi, Survei Charta Politika Indonesia berlangsung pada 26-31 Oktober 2023 dengan 2.400 responden.
Baca Juga: Kominfo Pastikan Jaringan Internet Moncer Selama Pemilu dan Pilpres 2024
Para responden dipilih secara acak atau multistage random sampling di 38 provinsi.
Metode survei dilakukan wawancara secara tatap muka.
Adapun, margin of error survei kurang lebih 2 persen dengan tingkat kepercayaan survei 95 persen.
Berita Terkait
-
Berbekal Hasil Survei, Kaesang Yakin Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024
-
Kaesang Tanggapi Pernyataan FX Rudy Soal Keluarga Jokowi: Halah, Enggak Usah Diurusin
-
Bibit Bebet Bobot Gibran vs Kaesang, Anak Jokowi Hobi Beri Jawaban Tak Berbobot
-
Bila Pemilu Digelar Sekarang, Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin Lolos ke Putaran Kedua
-
Gibran Sarankan Anak Muda Jadi Pengusaha, Eh 4 Bisnisnya Malah Bangkrut
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang