News / Metropolitan
Kamis, 07 Desember 2023 | 10:13 WIB
Ilustrasi suami istri bertengkar (istockphoto.com)

Ketika dicek, pintu rumah tertutup rapat bahkan tidak bisa dibuka.

Akhirnya, Yakub memanggil tukang kunci untuk membuka pintu.

Setelah pintu berhasil dibuka, Yakub dan keluarga menemukan P sudah tergeletak bersimbah darah di dalam kamar mandi.

Semakin membuat panik, sebilah pisau terlihat masih tertancap di tubuh P.

Bukan hanya menemukan P yang sudah dalam kondisi mengenaskan, warga juga dikejutkan dengan adanya jasad 4 anak di bawah umur di atas kasur.

Empat anak P dan D itu berisinial V (6), S (4), A (3), dan A (1).

Mendapati temuan seperti itu, Yakub langsung menghubungi pihak kepolisian.

Pesan untuk Bunda

Sebelum memilih untuk mencoba melakukan aksi bunuh diri, Panca sempat menuliskan pesan kepada istrinya, D.

Baca Juga: Geger Empat Anak Ditemukan Tewas di Jagakarsa, Tetangga Sempat Cium Bau Busuk dari TKP

Pesan tersebut ditulisnya di lantai menggunakan tinta merah mirip darah.

“Puas Bunda, Tx For All,” tulis pesan tersebut.

Pihak kepolisian menemukan tulisan 'Puas Bunda Tx For All' diduga menggunakan darah di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan 4 anak di bawah umur di Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (IST)

Namun hingga saat ini pihak kepolisian masih menganalisa tulisan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi tidak mau tergesa-gesa menyimpulkan soal pesan tersebut.

“Kami temukan ada tulisan berwarna merah di lantai, masih didalami ditulis siapa, warna merah apa. Harus pasti, tidak boleh berandai-andai,” jelasnya.

Ade Ary juga menyebut, pihaknya bakal melakukan uji laboratoris terkait tulisan tersebut.

“Akan kami lakukan uji laboratoris,” tutupnya.

D Dirawat Usai Jadi Korban KDRT

Ibu dari empat bocah tersebut, D, diketahui menjadi korban kekerasan dari P.

Saat penemuan jasad empat bocah, D tidak berada di rumah.

“Berdasarkan laporan polisi Polsek Jagakarsa, yang menerima laporan dari kakaknya saudari D. Saudari D, istri saudara P menerima KDRT, terlapornya saudara P,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam, di lokasi, Rabu (6/12/2023).

Ary menjelaskan, D masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Karena itu, pihak kepolisian masih belum bisa meminta keterangan dari D mengenai tewasnya empat anak tersebut.

“D selaku korban penganiayaan atau KDRT itu dirawat di RSUD. Kemudian saat akan melakukan pemeriksaan, saudara P menyampaikan masih menunggu anak-anaknya karena ibunya masih di rumah sakit,” ucap Ade Ary.

Ade Ary mengaku belum bisa menyimpulkan, soal dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh P.

“Masih kami dalami, faktanya tadi ditemukan terlentang, ada pisau di tubuh dan tangan berdarah,” ujarnya.

Load More