Suara.com - Anies Baswedan menjadi capres didampingi cawapresnya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Pasangan nomor urut 01 ini bersaing dengan dua kandidat lain yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Pasca Debat Capres Ketiga, Anies Baswedan mendapat banyak sorotan lantaran dinilai 'bersitegang' dengan Prabowo. Anies disebut menyerang personal Menteri Pertahanan saat debat hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut berkomentar.
Di tengah polemik tersebut, beredar lagi video singkat yang menampilkan Anies Baswedan hadir dalam acara standup comedy yang dihadiri Panji Pragiwaksono dan komika lainnya. Momen tersebut rupanya video lawas pada 2018 lalu, ketika Anies masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Pak Anies disarang Ahokers: Selamat malam orang-orang yang tidak memilih saya," cuit akun Twitter @LagiBeteAjj penyerta video, Selasa (9/1/2024).
Pada captionnya, sang akun juga menyinggung soal pemimpin yang merangkul semua orang, tidak memusuhi orang yang tidak memilih atau tidak menyukainya.
Dalam video itu, nampak Anies dipanggil untuk naik panggung diiringi gemuruh tepuk tangan dan teriakan penonton. Sementara para komika menyambut mantan Gubernur DKI tersebut.
Tak lama, Anies dengan menggunakan microphone menyapa orang-orang dalam ruangan itu.
"Selamat malam orang-orang yang tidak memilih saya," ucapnya.
Pernyataan Anies lalu disambut heboh penonton dan para komika.
Unggahan @LagiBeteAjj lalu dikomentari warganet. Salah satu akun menjelaskan bahwa ‘sarang Ahokers’ merupakan jokes. Acara yang dihadiri Anies merupakan kegiatan standup biasa yang bertemakan Local Standup Day 2018.
Momen ini terjadi setelah para komika roasting Pandji Pragiwaksono yang beberapa materinya membuat jokes soal keputusan Pandji jadi juru bicara Anies.
Lalu ada netizen yang mengapresiasi jika peristiwa tersebut merupakan momen paling keren dari seorang politisi dengan politik riang gembira.
Sementara ada warganet yang menimpali keputusan Anies yang tetap mau berkomunikasi dengan kelompok-kelompok Islam kanan. Tujuannya untuk merangkul semua golongan.
Berita Terkait
-
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana
-
Julukan Bapak Infrastruktur untuk Jokowi, Bustami Zainudin: Faktanya Dirasakan Daerah
-
Saling Lempar Senyum, Jokowi Beri Jempol Usai Dengarkan Pidato Prabowo
-
Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan
-
Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tampilan Baru Qlola by BRI Hadir, Kelola Transaksi Bisnis Makin Terintegrasi
-
Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara
-
Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan
-
Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Drama Korea 'New Recruit 4'
-
BRI Perbarui Qlola, Hadirkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi untuk Bisnis
-
Diterjang Ombak 3 Meter, Satu Nelayan Pesisir Barat Hilang Ditelan Samudera
-
Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Masih Tinggi Jadi Rp2.725.000/Gram
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis
-
Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung
-
Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam